SHOPPING CART

close

Warga Sekotong Hadang dan Usir Truk Pengangkut Material Milik PT Rezka

Warga Dusun Pengawisan, Desa Sekotong Barat, Lombok Barat
Warga Dusun Pengawisan, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat saat berdebat dengan pihak PT Rezka Nayatama dan menghadang Truk Pengangkut Material Bangunan milik PT Rezka Nayatama, Senin, (1/8/2022).

LOMBOK BARAT | Warga termasuk para ibu – ibu Dusun Pengawisan, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadang truk yang mengakut material berupa Batu, Semen dan Spandek milik PT Rezka Nayatama selaku perusahaan pemegang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang akan membangun pabrik pengolahan Umbi Porang di Dusun Pengawisan.  

Selain menghadang Truk pengangkut material, warga juga mengusir pihak dari PT Rezka yang saat datang ke Dusun Pengawisan dikawal oleh prajurit TNI. “ Truk pengangkut material dan pihak PT Rezka datang selesai Dzuhur, dikawal preman dan TNI juga ikut. Banyak Polisi tetapi untuk mengamankan saja. Yang diangkut truk, semen, batu dan spandek,  dan dihadang oleh warga termasuk emak – emak, diusir dan disuruh kembali oleh warga dan emak – emak,” kata Kepala Dusun Pengawisan, Sohbi.

Selaku warga dan Kadus, Sohbi mengaku tidak mengetahui akan ada truk pengangkut material dan pihak PT Rezka yang turun ke Dusun Pengawisan. “ Saya tidak tahu, karena tidak pernah ada surat pemberitahuan dari pihak perusahaan (PT Rezka),” ujarnya

Sementara itu, selaku pihak yang memberikan pendampingan kepada warga Dusun Pengawisan, Ketum Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) NTB, Lalu Hizi menyayangkan sikap PT Rezka Nayatama yang selalu ingin masuk ke dalam lahan milik warga untuk membangun pabrik pengolahan umbi porang.” Sudahlah, lahan itu milik warga. Kenapa setelah mau tiga puluh tahun baru mau membangun Pabrik, apa iya mau bangun pabrik cuman bawa batu, semen dan spandek saja, dan dikawal oleh TNI,” sesalnya

Permasalahan lahan milik warga yang dijadikan lokasi pembangunan Pabrik Pengolahan Umbi Porang kata Lalu Hizi, telah dilaporkan ke menteri ATR/BPN dan saat ini masih dalam proses penanganan Tim Kementerian ATR/BPN.” Sudah tiga generasi, lahan milik warga Pengawasan tidak pernah disengketakan dan warga menguasai fisik lahan lebih dari 60 tahun. Persoalan lahan ini juga sudah kami laporkan ke Menteri ATR/BPN, Tim juga sudah turun ke Kantor ATR/BPN Lombok Barat. Dari hasil demo kami yang berjilid – jilid, Kantor BPN/ATR Lombok Barat menolak perpanjangan HGB PT Reza Nayatama yang akan berakhir tahun 2024. Dan saat ini kami bersama masyarakat sedang berjuang mendapat hak sertifikat tanah melalui program PTSL,” ujarnya. [slnews –  rul]

Tags:

0 thoughts on “Warga Sekotong Hadang dan Usir Truk Pengangkut Material Milik PT Rezka

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2022
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

STATISTIK