SHOPPING CART

close

Kasus Dugaan Penipuan Yang Melibatkan Bos Walet dan Notaris Mulai di Sidang di PN Praya

Pengadilan Negeri Praya
Tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Lalu Ading (kanan/baju batik) dan Notaris Chuk Wijaya (kiri/baju putih) saat menjalani persidangan pertama di PN Praya Lombok Tengah, NTB, Rabu, (3/7/2022).

LOMBOK TENGAH | Tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah belasan hektar di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2019 lalu yakni bos wallet dari Desa Katang, Lalu Ading Buntaran dan Notaris Chuk Wijaya mulai menjalani persidangan pertama dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah Rabu, (3/8/2022).

Kedua tersangka datang ke PN Praya dengan pengawalan dan penjagaan dari Petugas Kejaksaan Negeri Lombok Tengah dengan mengendarai Mobil Dinas Kejaksaan Negeri Praya jenis Toyota Avanza Warna Hitam.

Cuk Wijaya datang ke PN Praya dengan mengenakan baju putih dan rompi Tahanan Kejaksaan Negeri Praya, sedangkan Lalu Ading mengenakan baju batik dan rompi Tahanan Kejaksaan Negeri Praya.

Sebelum masuk ke dalam tahanan PN Praya, Lalu Ading menyempatkan diri bersalam dengan sejumlah wartawan sembari menyampaikan bahwa kedatangan dirinya ke PN Praya untuk mencari keadilan. ” Mencari Keadilan,” ujarnya.

Kedua tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah, Lalu Ading dan Notaris Cuk Wijaya terancam hukuman 20 tahun penjara.

Dalam kasus ini kedua Tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. “Aset yang disita, maka kami akan mengecek aset yang dimiliki,” kata Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri  Lombok Tengah, H. Surya Arfa’i beberapa waktu lalu.

Pelapor kasus ini yakni Handy yang bertindak sebagai pembeli tanah. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 378 tentang penipuan, atau pasal 372 tentang penggelapan, dan kedua, Pasal 3 undang-undang TPPU atau kedua pasal 4 TPPU junto 55 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Kasus Dugaan Penipuan Yang Melibatkan Bos Walet dan Notaris Mulai di Sidang di PN Praya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2022
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

STATISTIK