Gairah Pariwisata Senggigi Kembali Bangkit Pasca Gempa Lombok

Gairah Pariwisata Senggigi Kembali Bangkit Pasca Gempa Lombok

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Barat |  Setelah terpuruk selama hampir 2 bulan akibat bencana Gempa Lombok 7,0 SR yang terjadi pada Bulan Agustus 2018 lalu, kini Pariwisata Lombok Barat  mulai bangkit. Pelan tapi pasti sektor andalan Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  ini mulai menggeliat. Para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara sudah mulai berdatangan ke kawasan Pariwisata Senggigi, Lombok Barat.
Wisatawan yang datang ke kawasan Pariwisata Senggigi dan sekitarnya kebanyakan dari Cina. Selain itu ada juga dari Belanda, Singapura, dan Aljazair. Mereka menikmati panorama alam Senggigi dengan santai dan melupakan bencana Gempa Bumi yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa, NTB.
Di Kila Hotel Senggigi,  dari 166 kamar yang ada, sudah 40 persen kamar yang terisi. Selain itu di hotel ini telah beberapa kali digelar even-even besar untuk membangkitkan Gairah Pariwisata. Ini semua dimaksudkan agar wisawatan semakin yakin bahwa Lombok sudah aman untuk dikunjungi pasca musibah Gempa Lombok.
Pada Jumat, (5/10/2018) Kila Hotel kembali menggelar even dengan menggandeng
Untuk hari ini saja, pihak Kila mengadakan PT SRI, perusahaan yang memproduksi Ban FDR. Even tersebut dirangkai dengan Bazar di pinggir pantai.”Jumlah peserta yang hador lebih dari 350 orang,” jelas Aang Sadikin, Directory of Wales and Marketing Kila Hotel.
Diakui Aang, Kila Hotel termasuk hotel yang diminati karena memiliki standar keamanan yang cukup baik. Para karyawannya telah dilatih Emergency Respond Team atau kemampuan untuk merespon keadaan darurat. Mereka diberi sertifikasi tiap tahunnya dalam hal penanggulangan bencana.  Bahkan di hotel ini sudah ada master station dan rute evakuasi.
Dari segi bangunan, Kila Hotel masuk katagori aman karena konstruksinya terbuat dari kayu dengan atap ilalang.
Salah seorang wisatawan bernama Michel Franken mengaku nyaman tinggal di Kila Hotel. Ia juga tidak takut lagi datang ke Lombok. Wisatawan asal Belanda itu datang berlibur di Lombok bersama istrinya Ida Franken.”Sudah dua Mjnggu kami di Lombok. Kami merasa aman di Lombok. Bagi yang belum datang ke Lombok silakan datang karena pulau ini sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Michel Franken.
Hal senada dikatakan GM PT SRI, Zandhy. Ia berharap agar wisawatan dari berbagai daerah tidak takut lagi datang ke Lombok karena Lombok sudah aman dari Gempa.
Sementara itu di Svarga Hotel, dua wisatawan asal Singapura bernama Jeff dan Cary mengaku nyaman tinggal di Lombok. Malah ia berencana akan melakukan tour ke Gunung Rinjani dalam beberapa hari kedepan.”Lombok sudah aman. Di sini orangnya ramah-ramah. Kami bisa jalan-jalan malam dengan aman di sini,” katanya.
Wisatawan lainnya bernama Taufiq asal Aljazair juga mengungkapkan kekagumannya pada Pulau Lombok. Pria yang menginap di Hotel Puri Bunga itu sangat bersyukur gempa telah berlalu dan Lombok sudah aman.”Alhamdulillah Lombok sudah aman. Saya mengajak teman-teman saya di Perancis agar datang ke Lombok untuk melihat keindahan alam di sini,”  ujarnya.
Di kawasan Pantai Batu Bolong, jumlah wisatawan asing yang menikmati pantai lebih banyak lagi. Di pantai depan Cafe Alberto itu para wisatawan berwajah bule, China, dan Afrika nampak berbaur menikmati keindahan Matahari Terbenam atau Sunset.
A Lien, wisatawan asal China yang datang ke Lombok seminggu lalu mengaku, sudah lama tertarik ingin ke Lombok. Meski pada awalnya ada rasa takut karena berita Gempa, dan kini rasa takutnya itu telah hilang setelah datang ke Lombok. Terlebih lagi setelah sebulan terakhir ini hampir tak ada gempa lagi. Iapun mengajak anggota keluarganya yang lain datang ke Lombok.”Saya datang bersama 5 orang keluarga,” ujar A Lien yang didampingi suami, anak dan kedua orang tuanya.
Bergairahnya Pariwisata di Lombok Barat pasca Gempa Lombok 7,0 SR itu juga tidak terlepas dari usaha dan upaya nyata dari Pemkab. Lombok Barat di bawah kepemimpinan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama masyarakat, penggiat dan pelaku pariwisata di Lombok Barat. [slNews.com – lu].

No Responses

Tinggalkan Balasan