SHOPPING CART

close

Disebut Sekwil Abal-Abal, DPC PPP di NTB Sarankan Sitti Ari Belajar Berorganisasi

DPC PPP di NTB Tplak Muscab
Ketua OKK DPC PPP Lombok Tengah, NTB, Martono Zulkarnaen

SUARALOMBOKNEWS | Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Bima, Syafriansar menyarankan kepada Sitti Ari yang kini menjabat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Fraksi PPP dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 8 Lombok Tengah untuk lebih giat lagi belajar berorganisasi dan memahami setiap aturan main yang ada di organisasi. Terutama PPP. Hal ini karena sebelumnya Sitti Ari menanggapi pernyataan 5 DPC PPP di NTB yang menolak melakukan Muscab (Musyawarah Cabang).“ Sitti Ari lebih baik belajar lebih giat, mulai buka-buka aturan main berorganisasi, agar tidak gagal paham dan tidak asal bicara, karena kami tahu dia tidak pernah terjun di dunia organisasi manapun, bagaimana dia bisa paham soal dinamika dan aturan main organisasi lebih-lebih PPP,” kata Syafriansar kepada media ini di Mataram, Selasa (14/04/2026). 

Posisi Sitti Ari, kata Mantan Anggota DPRD Provinsi NTB ini menambahkan bahwa, Sitti Ari baru kemarin sore masuk PPP.”Mana mungkin dia (Sitti Ari) paham aturan main yang ada di PPP. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPP saja dia mana paham, kemudian tiba-tiba mengomentari hal yang tidak dia ketahui akar permasalahannya. Sitti Ari ini orang baru di PPP, jadi dia tidak punya kualifikasi untuk mengomentari sikap 5 DPC PPP yang tidak mau melakukan Muscab. Orang dia sendiri tidak paham AD/ART, tiba-tiba ditunjuk jadi Sekwil (Sekretaris Wilayah) PPP abal-abal. Lebih baik anda diam kalau tidak paham berorganisasi,” tegas Syafriansar. 

“Suruh Sitti Ari debat sama saya masalah kondisi PPP hari ini, ngerti apa dia tentang PPP, orang dia baru kemarin sore di PPP. Mungkin dia mau diakui sebagai Sekwil, bagaimana kita mau akui, wong SK -nya aja ilegal dan bodong, makanya kita tidak mau Muscab oleh produk Muswil yang ilegal, dong ikut kita jadinya bodong,” sebut Syafriansar.

Sementara itu, Ketua OKK DPC PPP Lombok Tengah, Martono Zulkarnaen menambahkan bahwa, komentar Sitti Ari tidak relevan dengan situasi yang terjadi di tubuh PPP hari ini. Kelihatan sekali seperti politisi karbitan yang tidak memahami betul akar masalah dalam partai. “Jangan kemudian dia seolah olah menjadi pahlawan menanggapi para kader-kader senior PPP di media, justru dengan statement -nya itu, dia memperlihatkan dirinya baru belajar berorganisasi, saya sarankan dia untuk buka-buka ad/art PPP yang benar, agar tidak salah kaprah,” ucapnya.

Lebih baik kata Martono, kalau Sitti Ari merasa menjadi Sekwil hasil Muswil yang sudah dibatalkan oleh DPP PPP yakni Sekjen DPP Taj Yasin, untuk lebih arif menyikapi dinamika yang terjadi hari ini.“Jangan dia tambah memperkeruh suasana. Jangan menambah memperkeruh suasana. SK nya saja tidak jelas legitimasinya, kok dia malah mengomentari hal-hal yang tidak dia mengerti. DPP saja masih sepihak-sepihak, kok dia malah statemen-statemen yang semakin memperuncing situasi kondusifitas di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Sitti Ari yang dihubungi suaralomboknews.com melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu, (15/4/2026), terkait dengan komentar Ketua DPC PPP Kota Bima dan Ketua OKK DPC PP Lombok Tengah, hanya memberikan balasan singkat.” Kita fokus aja dulu menyelesaikan Muscab,” jawab Sitti Ari melalui pesan WA. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Disebut Sekwil Abal-Abal, DPC PPP di NTB Sarankan Sitti Ari Belajar Berorganisasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

April 2026
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

STATISTIK