Diduga, RSUD Praya Tahan Bayi Karena Orangtua Tidak Ada Biaya

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Relawan Endri’s Foundation ( EF ) Irwan Tajri membenarkan isi postingannya di akun Facebook ( FB ) pribadinya yang isinya menuding pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menahan seorang Bayi dari pasangan Hardi dan Hamrina Rosada, warga Kelurahan Sesake, Kecamatan Praya Tenggah, Lombok Tengah karena tidak tidak mampu membayar persalinan di RSUD Praya, Lombok Tengah. “Jadi, mereka itu ( orangtua bayi ) dari keluarga kurang mampu. Kami bantu posting atas izin keluarga juga,” kata Irwan Tajri kepada suaralomboknews.com via WhatsApp ( WA ), Sabtu, 9 Desember 2020.
Dalam postingan di akun FBnya itu, Irwan Tajri juga membuka donasi dan mencantumkan nomor rekening Bank BRI untuk membantu biaya persalinan oranagtua bayi di RSUD Praya. “Sore tadi juga kami sudah sampaikan donasi yang terkumpul, 320.000,- semoga itu bisa membantu,” ucapnya
Menurut pihak RSUD Praya, kata Irwan Tajri, Bayi belum diijinkan dibawa pulang orang tuanya karena masih dalam penanganan Medis.” Tetapi penjelasan keluarga pasien ke kami berbeda, sehingga posting demikian,” sebutnya
Tajri mengaku, dirinya telah mendatangi pihak RSUD Praya, dan membenarkan Bayi tersebut masih dalam perawatan. “Tadi ( Sabtu,19/2020) kami ke RSUD dan memang benar adik itu ( bayi ) masih harus dirawat di RS. Soal-soal BPJS juga sudah dibereskan pihak RS. Dan hari Senin kami akan klarifikasi juga perihal ini kepada pihak RS supaya terang dan jelas persoalan ini,” ungkapnya
Tajri berharap kepada Pemerintah Daerah menyiapkan pelayanan terpadu di RSUD Praya, sehingga masyarakat miskin yang menggunakan Bantuan Sosial ( Bansos ) untuk berobat bisa terlayani dengan baik. “Saya harap pemerintah ke depan menyiapkan layanan terpadu di RSUD terkait soal masyarakat miskin yang hendak berobat dan menggunakan Bansos pemerintah. Karena masyarakat miskin mana tau dimana kantor Dinsos ( Dinas Sosial ) dan Dikes ( Dinas Kesehatan ). Dengan layanan terpadu itu tentu akan sangat memudahkan dan membantu,” harapnya
Tudingan relawan EF, Irwan Tajri itu langsung mendapat bantahan dari juru bicara RSUD Praya, Dr. H. Yudha Permana, SpDV.
Dr. Yudha mengatakan, isi postingan dari Irwan tajri di akun FB pribadinya itu sama sekali tidak benar. “Klarifikasi perihal berita ditahannya Bayi dari Pasangan Ibu dan Bapak, Ini tidak benar. Berita yang benar adalah, Ibunya sudah boleh pulang sejak Rabu kemarin, akan tetapi dia masih posisi menunggu bayinya di ICU (sebagai pendamping bayi). Ibunya tertanggung PBI BPJS jadi tidak ada biaya alias gratis termasuk persalinannya,” bantahnya
Dr. Yudha juga menjelaskan, Bayi belum diijinkan dibawa pulang oleh orang tuanya karena kondisinya belum membaik. “Bayinya belum bisa pulang karena kondisi belum baik. Catatan, masih kuning. Diagnosis tidak bisa dibuka karena rahasia kedokteran. Jadi tidak bisa pulang bukan karena ditahan karena alasan biaya akan tetapi karena memang belum diizinkan dokter pulang karena kondisi belum baik. Dan akan direncanakan Senin bisa pulang jika ada perbaikan. Status bayipun sudah PBI jadi juga gratis tidak ada biaya apapun,” jelasnya
Dr. Yudha menegaskan, orangtua Bayi mengaku tidak tahu dan tidak mengenal orang yang memposting tentang keadaan dirinya dan bayinya. “Saat ditanyakan ke ibu dan bapak (pasangan orangtua bayi ) oleh staf NICU. Ternyata tidak mengenal orang yang publish di medsos ( media sosial ). Jadi ini bisa jadi penipuan,” ujarnya
Berikut isi postingan akun FB, Irwan Tajri Chelsea.
Assalamualaikum warganet…!!
Bantu adek ini pulang dari rumah sakit .
Lagi,,
Bayi tidak bisa dibawa pulang oleh orang tuanya karena alasan tidak ada biaya.
Putra dari pasangan Hardi dan Hamrina Rosada ( Sesake ) ini terpaksa harus ditahan dulu di RSUD Praya karena tidak tidak mampu membayar persalinan disana.
Mereka ini adalah keluarga miskin.
Saya mengajak kepada kita semua untuk peduli dan membantu adik kita keluar dari rumah sakit.
Salurkan kepedulian anda ke Rekening
BRI : 4702 – 01 – 012669 – 53 – 9
[ slNews – rul ]

Tinggalkan Balasan