Diduga, Rusunawa Tastura Jadi Ladang Pungli

Diduga, Rusunawa Tastura Jadi Ladang Pungli

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Meskipun Bangunan Rusunawa Tastura di Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum diserah terimakan oleh Kementerian PUPR kepada Pemkab. Lombok Tengah. Namun 70 Unit Hunian di Rusunawa Tastuta itu telah dihuni warga.
Informasi yang dihimpuan SuaraLombokNews.com, warga penghuni Rusunawa Tastura, Lombok Tengah, per bulannya dipungut  Rp. 205 ribu. Pungutan itu diketahui bukan uang Sewa atau Retribusi Rusunawa, melainkan uang untuk membayar tagihan Rekening Listrik, dan pungutan Rp. 205 ribu perbulan  itu diluar biaya Sampah Rp. 20 ribu dan Keamanan Rp. 20 ribu.
SuaraLombokNews.com juga mendapat Informasi, pada Hari Kamis, (11/10/2018) sejumlah penyidik dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Tengah turun ke Rusunawa Tastura. Kuat dugaan Penyidik Tipikor turun ke Rusunawa untuk melihat secara langsung kondisi Rusunawa, mengumpulkan keterangan dan memeriksa KWH Listrik dan Meter Air, Pasalnya  Hunian di Rusunawa menggunakan KWH Listrik dengan daya 2.300 volt ampere (VA) atau Daya Listrik non subsidi dan Meter Air tidak 100 persen berfungsi.
Kepada SuaraLombokNews.com, Sabtu, (13/10/2018) via Handphone, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Lombok Tengah, Lalu Pirman Wijaya mengaku, Pemkab. Lombok Tengah belum bisa memungut sewa atau Retribusi kepada warga yang saat ini telah menghuni Rusunawa Tastura, karena Rusunawa tersebut belum diserah terimakan oleh Kemen PUPR kepada Pemkab. Lombok Tengah.” Perda untuk Restribusi sudah ada, namun Pemerintah belum bisa memungut Restribusi atas sewa Rusunawa karena belum diserah terimakan oleh Kementerian PUPR,”ucapnya.
Sementara itu terkait dengan Pungutan Rp. 205 ribu per bulan kepada warga penghuni Rusunawa, Lalu Pirman mengatakan, dana Rp. 205 ribu itu bukan Pungutan dari Disperkim Lombok Tengah, melainkan iuran untuk membayar Tagihan Rekening Listik, yang nilainya ditetapkan dan disefakati bersama oleh warga Penghuni Rusunawa.
Lalu Pirman juga membantah, Rusunawa Tastura tersebut dikelola pihak lain.”Uang Rp.205 ribu itu merupakan kesefakatan dengan penghuni yang diperuntukkan untuk membayar listrik kebersihan dan keamanan lingkungan. Pengelola Rusunawa tetap Disperkim, jika ada penghuni yang ikut mengurus Rusunawa itu hannya sebatas urusan kemasyatakatan, misalnya RT karena RT disana belum terbentuk,” bantahnya.
Untuk Meter Air yang belum difungsikan kata Lalu Pirman, akan dilakukan pemeriksaan, karena belum ada laporan Meter Air yang tidak berfungsi.
Lalu Pirman juga tidak mengetahui ada Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah yang turun ke Rusunawa Tastura.”Meter air yang belum difungsikan itu perlu kami periksa dulu. Mengenai Tipikor yang turun baru dari anda (wartawan – red) saya dapat info. Dan Tidak ada Pungli, itu iuran yang dikembalikan ke mereka (warga Penghuni Rusunawa),” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP. Rafles P Girsang yang dihubungi SuaraLombokNews.com via WhatsApp, Minggu, (14/10/2018) tidak memberikan jawaban terkait dengan Dugaan Pungli di Rusunawa Tastura tersebut. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan