SHOPPING CART

close

Haris Sebut Proyek BWS di Lombok Tengah Ilegal

LSM Kasta NTB Kecamatan Praya
Kondisi jalan masyarakat di wilayah Dusun Marung, Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, NTB yang rusak akibat dari pengerjaan proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu BWS UP I NTB.

LOMBOK TENGAH | Ruas jalan yang baru satu bulan selesai dikerjakan dan dinikmati oleh masyarakat, kini kondisinya rusak akibat dari kecerobohan kontraktor pemenang tender proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu dari Balai Wilayah Sungai (BWS) UP I Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp. 36 miliar. ” Akibat pengerjaan proyek dari BWS tersebut membuat akses jalan masyarakat di sepanjang Proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu rusak parah dan jalan itu baru satu bulan lebih dinikmati oleh masyarakat. Kami sanget menyayangkan prosedur cara bekerja dari perusahaan pemenang Tender,” ungkap Ketua LSM Kasta NTB, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Haris, Rabu, (2/6/2021).
Haris mengatakan, masyarakat telah miminta surat kesanggupan perbaikan jalan yang rusak akibat dari aktivitas proyek kepada pihak perusahaan pemenang tender proyek Rehablitasi Irigasi Jurang Batu. Namun sampai dengan saat ini, belum ada tanggapan maupun upaya dari kontraktor pemenang tender. “Beberapa hari yang lalu masyarakat meminta surat kesanggupan untuk perbaikan jalan tersebut, tapi sampai detik ini pihak dari PT. RAFA tidak kunjung menyanggupi dan melakukan perbaikan jalan yang rusak, itu artinya tidak ada etikad baik dari kontraktor untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut, . Dan jangankan memperbaiki jalan yang rusak, membuat surat kesanggupan untuk perbaikan jalan tidak kunjung mereka (kontraktor) buat,” kesalnya
Haris menyebutkan, proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu diwilayah Lombok Tengah Tahun 2021 senilai Rp. 36 Miliar Ilegal, karena tidak ada satupun papan informasi program kegiatan yang dipasang di sepanjang Proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu. “Tidak ada satupun papan informasi yang dipasang disepanjang Proyek, mulai dari titik nol sampai ujung, sehingga bisa kita bilang pengerjaan proyek BWS UP I NTB yang dikerjakan oleh PT Rafa ini Ilegal,” sebutnya
Masyarakat menuntut kepada kontraktor pemenang tender proyek Rehabilitasi Irigasi Jurang Batu untuk segera memperbaiki jalan masyarakat yang rusa akibat damak dari proyek tersebut. ” Kami juga sangat menyayangkan sikap BWS yang tidak turun melihat dampak yang ditimbulkan oleh Proyek itu. Jalan masyarakat yang baru satu bulan selesai dikerjakan, sekarang sudah rusak parah. Untuk itu kami meminta kepada Kontraktor dan BWS untuk segera memperbaiki jalan masyarakat yang rusak tersebut,” pinta salah seorang Tokoh Pemuda Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Wahyu.
Selain akan melayangkan surat pengaduan ke BWS, Kasta NTB Kecamatan Praya, Lombok Tengah juga akan melayangkan surat pengaduan kepada Aparat Penegah Hukum (APH). ” Selain soal jalan masyarakat yang dirusak, kami juga akan melaporkan proses pengerjaan proyek rehabilitasi irigasi Jurang Batu ke APH,” ujar Haris. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Haris Sebut Proyek BWS di Lombok Tengah Ilegal

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juni 2021
M S S R K J S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

STATISTIK