SHOPPING CART

close

Dibuka Umi Rohmi, 24 Wartawan di NTB Lulus UKW

UKW
Foto bersama Peserta UKW Angkatan Pertama dengan Ketua AMSI Wilayah NTB, TGH Fauzan dan Tim Penguji dari Solopos Institute, pada penutupan UKW angkatan pertama di Fave Hotel di Kota Mataram, NTB, Minggu (6/12/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – MATARAM | Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) terhadap puluhan Wartawan yang tergabung dalam AMSI NTB.
Sebanyak 23 Wartawan, 1 Wartawan Utama mendapatkan sertifikasi Wartawan Muda dan Utama setelah mengikuti UKW dari Solopos Institute yang menjadi salah satu lembaga Verifikasi yang terdaftar oleh Dewan Pers.
UKW yang dilaksanakan selama dua hari yakni dari tanggal, 5 sampai dengan 6 Desember 2020 di Fave Hotel di Kota Mataram dilalui dengan sangat ketat, dengan menjalankan 12 tahap yang menjadi standar UKW. Setelah melalui 12 tahap yang menegangkan tersebut, 24 peserta UKW dinyatakan lulus oleh Solopos Institute.
24 Peserta ini kemudian akan dicatat dan dipublikasikan oleh Dewan Pers dalam website resmi Dewan Pers sebagai wartawan yang kompeten.
“Jadi setelah kami simpulkan semua, Alhamdulillah hasilnya semua berkompeten,” ujar salah satu penguji, Saifaul Arifin disambut tepuk tangan meriah dari para peserta pada penutupan UKW, Minggu, (6/12/2020).
Kegiatan UKW angkatan pertama tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada hari Sabtu 5 Desember 2020.
Dalam sambutnnya, Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi mengapresiasi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan tersebut.
Menurut Umi Rohmi, UKW adalah sesuatu yang dibutuhkan saat ini, mengingat produk jurnalistik yang dibuat oleh wartawan memiliki pengaruh besar bagi konduktifitas daerah, sehingga harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi.”Ini adalah bagian untuk meningkatkan kompetensi itu, dan kita juga memahami bagaimana fungsi wartawan ini harus bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat. Wartawan juga harus bisa mengedukasi masyarakat tentang pembangunan-pembangunan yang dilaksanakan di suatu daerah,” pesannya.
Umi Rohmi mengatakan, saat ini hoaks menjadi musuh dalam pembangunan daerah. Menurutnya, banyak orang yang mengambil kesempatan dengan memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan pribadi bahkan untuk tujuan yang buruk. Sehingga hoaks harus dilawan melalui produk jurnalistik untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. “Hoaks ini memang harus kita lawan dengan kerja keras dan rasa optimisme yang tinggi, termasuk juga dengan peningkatan kompetensi seperti ini,” katanya
Di akhir sambutannya, Umi Rohmi mengatakan UKW ini menjadi konsekuensi dari kebutuhan. Jadi sebagai seorang jurnalis yang bertanggung jawab harus dibarengi dengan kompetensi yang baik. Ia berharap semua anggota AMSI dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan di NTB, karena berita baik sangat dibutuhkan untuk saat ini. “Karena kebangkitan ekonomi NTB dan Indonesia ini juga sangat bergantung bagi berita yang beredar baik di online maupun media lainnya,” tutupnya.
Ditempat yang sama,  Direktur Bisnis Solopos Group yang juga Ketua Tim Penguji, Suwarmin memaparkan perbedaan media siber dengan media sosial. Kata dia, media sosial bukan merupakan produk suatu perusahaan pers dan tidak terikat dengan kode etik jurnalistik. Sedangkan media siber harus melaksanakan disiplin verifikasi, serta terpaku pada kode etik jurnalistik. “Itu bedanya media resmi seperti perusahaan pers di AMSI dengan media sosial. Di sini kita belajar tentang bagaimana kode etik jurnalistik yang salah satunya diujikan,” jelas Korwil AMSI Jateng, DIY, Jatim, Bali dan NTB tersebut.
Sementara itu, Ketua AMSI NTB, TGH Fauzan Zakaria Lc MSi menjelaskan, kegiatan UKW perdana kali ini diikuti 24 wartawan perwakilan perusahaan media di NTB. Sehingga para peserta UKW dituntut untuk melakukan kegiatan secara profesional dan independen, serta memiliki kualitas. “UKW ini salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas perusahaan media yang dapat menunjang perusahaan media bekerja secara profesional,” tuturnya.
TGH Fauzan menjelaskan, ada lima fungsi media dalam menjalankan berbagai tugas. Diantaranya sebagai media informasi, media pendidikan, media hiburan, kontrol sosial, lembaga ekonomi. Oleh karena itu, untuk melaksanakan lima fungsi tersebut, adanya UKW mutlak harus dilaksanakan oleh perusahaan media dan wartawan yang bekerja di perusahaan tersebut. “UKW AMSI NTB ini menjadi trending topik di AMSI nasional. Karena AMSI NTB yang pertama kali menggelar sejak AMSI terbentuk tiga tahun silam. Kami berharap UKW ini berjalan dengan sebaik-baiknya dan dapat diikuti dengan disiplin secara optimal, sehingga menghasilkan hasil yang optimal juga,” ujarnya. [slNews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Dibuka Umi Rohmi, 24 Wartawan di NTB Lulus UKW

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK