Uji Mental dan Keberanian Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Anggota Paskibraka Lombok Tengah Dilatih Perang Malam

SUARALOMBOKNEWS | 33 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengikuti latihan jurit malam sebagai bagian dari rangkaian pembinaan fisik dan mental menjelang pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Wisata Tereng Kuning, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah dilaksanakan mulai Jumat malam, (7-8/2026) hingga Minggu, (9/8/2026).
Kegiatan jurit malam ini pertama kali dilaksanakan dan menjadi salah satu tahapan latihan untuk menguji keberanian, ketabahan, kedisiplinan serta kemampuan anggota Paskibraka dalam menghadapi situasi yang menuntut ketenangan dan kekuatan mental.
Dalam pelaksanaannya, para peserta dilepas oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Lombok Tengah, Murdi AP, M.Si di Masjid Besar Al- Ikhlas Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, pada Jumat malam, (7/8), dan berjalan menyusuri rute sejauh 4, 5 km yang telah ditentukan pada malam hari dengan penerangan yang terbatas.
Mereka juga menghadapi sejumlah pos dengan tantangan dan persoalan yang harus diselesaikan sesuai arahan pelatih.
Jurit malam tidak sekadar dimaknai sebagai latihan fisik. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk belajar menghadapi rasa takut dan membangun keberanian dalam diri.
Konsep latihan tersebut dikenal dengan istilah “Perang Malam”. Bukan perang dalam arti kekerasan, melainkan proses melatih diri untuk menghadapi berbagai tantangan di setiap pos, melawan rasa takut, serta menguatkan hati agar tetap berani dan tabah ketika berada dalam kondisi minim penerangan.
Suasana malam yang gelap menjadi bagian dari tantangan. Para anggota Paskibraka dituntut tetap mengikuti rute dan menyelesaikan setiap tahapan latihan dengan mengandalkan keberanian, konsentrasi, kerja sama, serta arahan yang diberikan.
Melalui latihan tersebut, Paskibraka Kabupaten Lombok Tengah diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan secara fisik untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga memiliki mental yang kuat, disiplin dan rasa tanggung jawab.
Latihan jurit malam menjadi bagian dari proses panjang pembentukan karakter Paskibraka. Setiap tantangan yang dihadapi diharapkan dapat menjadi pengalaman untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi para anggota Paskibraka, perjalanan dalam latihan tersebut menjadi pembelajaran bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan mampu mengendalikan rasa takut dan tetap melangkah untuk menyelesaikan tugas. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan