Beredar Video Akad Nikah Siswi SMP di Lombok Tengah

Beredar Video Akad Nikah Siswi SMP di Lombok Tengah
Akun Facebook Dani Fahreza saat menayangkan siarang langsung prosesi akad nikah anak dibawa umur yakni Suhaimi dengan Nur Herawati disalah satu Mushola di Dusun Montong Praje Barat, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB, pada hari Sabtu, 12 September 2020.

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Vidio Akah Nikah pengantin pria yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan pengantin wanita yang juga diketahui masih berstatus siswi SMP di Dusun Montong Praje Barat, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak viral setelah salah seorang warga yang ikut menyaksikan prosesi Akad Nikah Siswa-Siswi SMP itu melakukan siaran langsung melalui akun Facebook, Dani Fahreza pada Hari Sabtu,12 September 2020.
Di Akun Facebooknya, Dani Fahreza juga menulis, Akad Nikah berlangsung di Desa Pengenjek pada hari Sabtu, 12-9-2020. Dan Pernikahan dini itu terjadi karena Siswi SMP atau mempelai Wanita tidak diterima pulang oleh keluarganya, karena terlambat pulang, setelah pergi atau keluar rumah dengan mempelai laki -laki.”Kejadian di desa pengenjek pda hari sabtu tanggal 12-09-2020 Dan spengetahuan sya prnikahan dini ini terjadi di karenakn si mmpelai wanita gk di trima pulang oleh kdua ortunya gara2 tlat pulang shbis kluar kncan dngn si mmplai laki2… Jd sya rsa kjadian yg mnimpa kdua mmplai udh gk asing lagi kita dngr, kita sbgai orang lombok mungkin fham posisi kdua mmplai. Smoga kita bisa ambil sisi positifnya aja, biar sisi negatifnya jd pmbljaran kita smua agar gk trulang lg kjadian sprti ini pda krabat atau kluarga trlbih anak2 kita nntinya. Intinya smoga kdua mmplai bisa mncapai kluarga yg sakinah mawaddah warohmah,”tulis Dani Fahreza
Dalam Video siaran langsung di akun Facebook Dani Fahreza itu, terlihat proses akad nikah dilakukan secara sederhana di salah satu Mushola di Dusun Montong Praje Barat, Desa Pengenjek dengan dihadiri kedua mempelai yang berpakaian pengantin. Beberapa orang yang diduga merupakan sanak saudara dari kedua mempelai pun turut berteriak ‘sah’ setelah pengantin pria selesai mengucap ijab kabul dengan lancar.
Di Video itu juga terdengar suara wali nikah yang menyebutkan nama Pengantin pria yakni Suhaimi dan pengantin wanita Nur Herawati serta menyebut maskin sebesar Rp. 2 juta.
Sebelum akad nikah, dalam video tersebut juga terlihat dan terdengar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang bertanya kepada kedua mempelai, dan kedua mempelai menjawab bersedia melangsungkan akad nikah tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.
Dihubungi suaralomboknews.com via Handphone, Senin (14/9/2020), Kepala Desa (Kades) Pengenjek, Kaherudin mengaku kaget dengan beredarnya Video akad nikah siswa – siswi kelas 2 SMP di Dusun Montong Praje Barat, Desa Pengenjek di Media Sosial (Facebook).”Saya kaget. Dan saat ini sayang sedang mendalami informasi Akah Nikah Siswa – Siswi SMP itu bersama Kadus Montong Raje Barat,”katanya
Khaerudin juga mengaku, Pemerintah Desa (Pemdes) Pengenjek merasa kecolongan terhadap Akad Nikah Anak dibawa umur tersebut.”Kami merasa kecolongan. Kalau Desa tahu, pasti kami akan mencegah dan melarang Akad Nikah itu dilangsungkan, karena mempelainya masih dibawah umur, dan informasinya kedua mempelai masih kelas 2 SMP,”ucapnya
Saat ini lanjut Khaerudin, dirinya bersama perangkat desa tengah mengumpulkan informasi Akad Nikah Anak dibawa umur tersebut, termasuk mencari tahu siapa orang tua dari kedua mempelai dan siapa pemilik akun Facebook Dani Fahreza yang melakukan siaran langsung pada saat akad nikah anak dibawah itu berlangsung.”Kami akan cari tahu siapa orang tua dari kedua mempelai dan kami akan tanya apa alasan kedua orang tua menikahkan anak mereka yang masih dibawah umur. Pemilik akun Facebook juga akan kami tanya, semestinya tidak disebarluaskan, melainkan dilaporkan ke kami di Desa atau dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kepada Babinsa,”ujarnya. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan