SHOPPING CART

close

Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah TKI Korban Kapal Tenggelam Asal Desa Kelebuh

Ilustrasi Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Johor Malaysia”

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Isak tangis keluarga  menyambut kedatangan Jenazah TKI  Muhlip warga Dusun Wijen Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) yang menjadi korban Kapal TKI Ilegal yang tenggelam di perairan Johor Malaysia pada Tanggal, 23 Januari 2017 lalu.

Pria yang belum dikaruniai anak itu berpamitan untuk bekerja menjadi TKI di Malaysia.

Namun naas dalam perjalanan dari Batam Kepulauan Riau menuju Johor Malaysia, Speed Bot yang ditumpanginya bersama puluhan TKI Ilegal lainnya diterjang ombak besar dan tenggelam.

Jenazah Muhlip, tiba di rumah duka di Dusun Wijen Desa Kelebuh, pada Rabu, (1/2/2017) sekitar Pukul 01.00 Wita, dibawah menggunakan Mobil  Ambulance.

Sebelum tiba di rumah duka, Jenazah TKI Ilegal yang menjadi korban Kapal Tenggelam itu diterbangkan dari Batam, dan transit di Bandara Juanda Surabaya selanjutnya di terbangkan menuju Bandara Lombok Internasional Airport (LIA).

Setelah sempat di semayamkan selama satu malam di rumah duka, Jenazah Muhlip dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Wijen Desa Kelebuh, Rabu, (1/2/2017) sekitar Pukul 10.00 Wita.” Almarhum (Muhlip –  red) meninggalkan seorang istri. Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa (Pemdes) saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang telah mengurus dan memulangkan Jenazah Almarhum sampai di rumah duka,” ucap Kepala Desa (Kades) Kelebuh Muksin.

Muksin menceritakan, korban pertama kali pergi ke Malaysia menjadi TKI. Sebelum dikabarkan tewas tenggelam di perairan Johor Malaysia, korban tidak memiliki niat pergi ke Malaysia menjadi TKI, namun karena ingin membantu kedua orang tuanya dan ingin merubah nasib, korban pun berangkat ke Malaysia menjakdi TKI bersama Odok yang juga merupakan warga Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah.” Pertama kali dia  pergi ke Malaysia, tujuannya ingin membantu orang tuanya. Tetapi apa mau dikata nasib berkata lain. Dia berangkat ke Malaysia bersama Odok. Odok sendiri selamat dari Musibah  itu dan sekarang masih di Malaysia,” ceritanya.

Muksin mengaku, selaku Kades, dirinya tidak mengetahui kapan dan lewat PJTKI mana korban diberangkat  ke Malaysia menjadi TKI.” Hari berangkatnya saya tidak tahu, lewat PJTKI mana saya juga tidak tahu, karena dia tidak pernah datang ke Kantor untuk mengurus persyaratan atau administrasi lainnya,” tuturnya.

Muksin juga mengaku sangat menyayangkan sikap korban yang pergi menjadi TKI ke Malaysia tanpa melalui jalur resmi.” Sangat kami sayangka dia berangkat secara Ilegal.  Kami berharap musibah yang menimpa Almarhum ini bisa dijadikan pelajaran yang berharga oleh seluruh masyarakat, untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan jalur Resmi jika ingin menjadi TKI ke Luar Negeri,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng H. Masrun.

Untuk itu H. Masrun  menghimbau dan meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi TKI Ilegal.” Kami sayangkan, semestinya  masyarakat menjadikan  peristiwa itu  pelajaran  berharga, padahal sudah banyak TKI Ilegal yang meninggal. Untuk kami menghimbau kepada masyarakat jangan menjadi TKI Ilegal,” pungkasnya. (slnews – rul).

Tags:

0 thoughts on “Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah TKI Korban Kapal Tenggelam Asal Desa Kelebuh

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Hari Jadi Lombok Tengah 75
LOGO Hari Jadi Lombok Tengah 75

KATEGORI

STATISTIK