H-3 WSBK 2022, Sirkuit Mandalika Dikepung Pagar Pembatas dan Baliho Penguasaan Lahan

LOMBOK TENGAH | Tiga hari menjelang pelaksanaan World Superbike atau WorldSBK 2022 seri Mandalika Indonesia akan berlangsung pada 11 – 13 November 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), warga pemilik lahan KEK The Mandalika yang belum diselesaikan dan dibayar oleh PT ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika memasang pagar pembatas lahan dan baliho bertuliskan “WSBK Jalan, Jangan Tanah Kami Yang Diambil Paksa, Kapan dibayar tanah kami pak Presiden..?. Selesaikan lahan kami, WSBK Kami Dukung” di sejumlah titik di dalam Kawasan Sirkuit Internasional Mandalika, Selasa, (8/11/2022).
Warga memasang pagar pembatas lahan dan Baliho penguasaan lahan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap PT ITDC yang tidak kunjung menyelesaikan dan membayar lahan milik warga yang berada di dalam KEK The Mandalika maupun yang ada di Lintasan Sirkuit Internasional Mandalika. “ Tidak pernah ada penyelesaian, ITDC hanya janji – janji saja dan tidak pernah ditempati. Kami ingin di mediasi, dan ada komitmen, kapan, tanggal berapa mau dibayar tanah kami, tolong berikan kami kepastian dan kami meminta tanah kami dibayar sebelum WSBK,” pinta pemilik lahan KEK The Mandalika, Lalu Suriyadi yang juga merupakan pengurus Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT), usai memasang pagar pembatas lahan dan baliho diatas lahan miliknya di KEK The Mandalika, Selasa, (8/11/2022).
Warga menegaskan, sangat mendukung WSBK. Namun warga meminta kepada PT ITDC untuk berkomitmen menyelesaikan dan membayar lahan milik warga. “ Luas lahan saya di Pongos 75 are. Sampai dengan saat ini belum dibayar oleh ITDC. Dan kami tidak menghalangi WSBK, kami sangat mendukung WSBK. Untuk itu berikan kami kejelasan dan kepastian, kapan tanah kami dibayar. Jika sampai WSBK dilaksanakan, dan tanah kami belum dibayar, kami akan bergerak, karena kami sudah geram dengan sikap ITDC,” ancam Lalu Suriyadi.
Selain di atas lahan milik Lalu Suriyadi, pagar pembatas lahan dan baliho penguasaan lahan juga dipasang diatas lahan milik Sibawai, Amaq Layar diatas lahan milik Mangim yang ada di dalam kawasan Sirkuit Internasional Mandalika. “ Jadi warga sudah bosan dengan janji janji manis akan diselesaikan setelah event WSBK 2021 dan motoGP 2022. Tapi ternyata bohong,” sambung juru bicara pejuang lahan KEK The Mandalika, M. Samsul Qomar.
Pria yang akrab disapa MSQ itu menegaskan, warga tidak mau lagi berdebat terkait dengan penyelesaian dan pembayaran lahan dengan PT ITDC. “Warga sudah tidak mau berdebat dan rapat di forum lagi, Mereka menuntut kepastian akan di bayar atau tidak. Kalau ITDC tidak mau bayar biar mereka membuka usaha di lahannya kembali karena menunggu ITDC sama saja menunggu sesuatu yang tidak jelas,” tegasnya
“Sebanyak 340 hektar lahan yang belum diselesaikan termasuk 10 hektar yang sudah digunakan sebagai Sirkuit belum diselesaikan pembayarannya , kita minta di bayar titik,” ujar M. Samsul Qomar. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan