Masuk Zona Orange Corona, Seluruh Obyek Wisata di Lombok Tengah Ditutup

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Seluruh obyek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diputuskan akan ditutup mulai dari hari Kamis, 20 Mei sampai dengan hari Minggu, 24 Mei 2021 mendatang.
Penutupan tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, yang disampaikan kepada seluruh Forkopimda se-indonesia, Senin kemarin. Dan, sudah diputuskan dalam rapat koordinasi Forkopimda Lombok Tengah, Selasa (18/5/2021).
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK menjelaskan, obyek wisata hanya bisa dibuka didaerah yang status penyebaran Covid-19 atau Virus Corona berwarna kuning dan hijau. Itupun dibuka dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Dimana pengujung yang dibolehkan masuk obyek wisata dibatas maksimal 30 persen dari kapasitas normal.
Adapun untuk daerah yang berstatus orange serta merah, intruksinya jelas seluruh obyek wisata harus ditutup. “Dan, Lombok Tengah termasuk daerah dengan penyebaran Covid-19 berstatus orange. Sehingga sudah diputuskan seluruh obyek wisatanya akan ditutup,” terang AKBP Esty
Terkait keputusan tersebut nanti Bupati, Kapolres, Dandim 1620/Lombok Tengah dan pihak terkait lainnya akan menyeluarkan maklumat bersama. Sebagai dasar bertindak sekaligus permakluman kepada seluruh pengelolaa obyek wisata yang ada di Lombok Tengah. “Maklumat maupun Surat Edaran Bersama Bupati, Kapolres dan Dandim terkait hal ini akan segera dikeluarkan,” kata AKBP Esty
AKBP Esty mengakui, keputusan tersebut memang cukup berat untuk bisa diterima. Terutama bagi para pengelola tempat wisata didaerah Tatas Tuhu Trasna. Namun mau tidak mau harus dilakukan. Selain karena itu sudah menjadi intruksi pemerintah pusat, tetapi juga karena melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Lombok Tengah yang masih cukup tinggi. “Ini semua dilakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Loteng,” tegasnya.
Untuk antisipasi wisatawan yang akan masuk ke wilayah Lombok Tengah, aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, Sat Pol PP hingga BKD (Badan Keamanan Desa) akan melakukan penyekatan di pintu-pintu masuk wilayah. Termasuk juga di pintu masuk menuju obyek wisata. Terutama obyek wisata pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. “Nanti akan ada penyekatan lagi,” ucap AKBP Esty.
Sebelumnya lanjut AKBP Esty, memang ada diskusi bersama dengan perwakilan organisasi dan pelaku wisata didaerah ini soal rencana pembukaan obyek wisata. Tapi karena destnasi wisata yang akan dituju sebagian besar wisatawan adalah pantai, disatu sisi sebagian kawasan pantai belum dikelola dengan baik termasuk penerapan protokol kesehatannya sehingga diputuskan tetap ditutup. “Sekali lagi ini semua demi kebaikan bersama,” pungkasnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan