Ungkap Dugaan Gedung BLK Komunitas di Lombok Barat Beralih Fungsi Jadi Dapur MBG, Petir Akan Surati Presiden Prabowo

SUARALOMBOKNEWS | Sekretaris Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (Alarm NTB), Petir, menyoroti Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang sejatinya dibangun untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat diduga telah beralih fungsi menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BLK Komunitas yang diduga telah beralih fungsi menjadi Dapur MBG itu, kata Petir berlokasi di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Namun, Petir enggan menyebutkan secara rinci dimana lokasi Gedung BLK Komunitas yang diduga berlatih fungsi menjadi Dapur MBG tersebut .” BLK Komunitas yang kami duga beralih fungsi menjadi Dapur MBG itu ada di wilayah Lombok Barat. Dugaan Perubahan fungsi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait efektivitas pemanfaatan aset yang dibangun menggunakan anggaran negara. BLK yang semestinya menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerja kini tidak lagi menjalankan fungsi utamanya sebagaimana tujuan awal pembangunannya. Dan jika tidak ada tindakan dari Dinas terkait dan BGN (Badan Gizi Nasional), kami akan bersurat secara khusus ke pak Presiden Prabowo,” ucap Petir, Kamis, (25/6/2026).
Petir menilai, dugaan alih fungsi BLK Komunitas menjadi Dapur MBG tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan persepsi bahwa program peningkatan keterampilan masyarakat dikesampingkan.”Masyarakat berharap pemerintah dan instansi berwenang dapat memberikan transparansi mengenai dasar kebijakan penggunaan gedung BLK sebagai dapur MBG. Masyarakat juga meminta agar keberadaan BLK tetap dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan angka pengangguran dapat terus berjalan,” pintanya.
Pihak pengelola dan instansi terkait, lanjut Petir, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai status serta legalitas penggunaan fasilitas BLK Komunitas tersebut.”BLK dibangun untuk mencetak tenaga kerja terampil, bukan sekadar berganti papan nama dan fungsi,” ujarnya. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan