SHOPPING CART

close

Bau Nyale 2026, Pepadu se Pulau Lombok Perang Bintang di Mekar Sari, Dewan Azhar Ingatkan Pentingnya Tradisi, Budaya dan Kesenian Sasak

Pemdes Mekar Sari Gelar Peresean Sambut Bau Nyale 2026
Dua Pepadu saat bertarung di pembukaan Peresean Perang Bintang Desa Mekar Sari Go Destinasi Wisata di Pantai Tampah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Minggu, (2/2/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Dalam rangka menyambut Tradisi Bau Nyale atau menangkap Cacing laut tahun 2026 dan promosi wisata yang ada di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Sari menggelar kegiatan Peresean yang berlangsung selama tujuh hari, yakni dari tanggal 2 – 7 Februari 2026 yang lokasi kegiatannya dipusatkan di kawasan Pantai Tampah, Desa Mekar Sari dengan tema “ Peresean Perang Bintang Desa Mekar Sari Go Destinasi Wisata”.

Kegiatan Peresean yang diikuti oleh Pepadu se Pulau Lombok dibuka langsung oleh Kepala Desa (Kades) Mekar Sari, Mustar, SH, pada Minggu, (2/2/2026).” Selain untuk menyambut dan memeriahkan Bau Nyale, kegiatan ini dalam rangka melestarikan kesenian dan memperkenalkan adat, budaya dan tradisi suku Sasak, termasuk untuk mempromosikan dan memperkenalkan Pariwisata yang ada di Desa Mekar Sari kepada masyarakat luar dan dalam negeri,” kata Kades Mekar Sari, Mustar.

Hari pertama sampai dengan hari ke enam, lanjut Mustar, diikuti oleh Pepadu se – Pulau Lombok, dan untuk kedua sampai dengan  hari kelima diikuti oleh dua paguyuban termasuk delapan pepadu.” Peresean ini dilaksanakan selama 7 hari berturut – turut, dan diikuti oleh Pepadu dari kabupaten / kota se Pulau Lombok, termasuk dua Paguyuban. Untuk malam puncak Bau Nyale 2026, ada hiburan musik dengan menghadirkan Artis lokal. InsyaAllah Nyale akan tumpah ruah di Pantai Tampah dan pantai lainnya yang ada di wilayah Desa Mekar Sari,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTB, Dapil 8 dari Fraksi Demokrat, Azhar, S.Pdi yang juga ikut turun langsung mensukseskan pelaksanaan kegiatan Peresean Perang Bintang Desa Mekar Sari Go Destinasi Wisata dalam rangka Bau Nyale 2026 mengingatkan dan berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Mekar Sari untuk melestarikan tradisi dan budaya masyarakat Suku Sasak, salah satunya Bau Nyale dan Peresean.” Selain keindahan alam, Tradisi, budaya dan kesenian juga menjadi magnet Pariwisata. Untuk itu, melalui kegiatan Peresean ini, mari kita lestarikan Tradisi, Budaya dan kesenian kita,” pesannya. 

Peresean adalah seni bela diri tradisional khas suku Sasak di Lombok yang mempertarungkan dua lelaki  atau pepadu menggunakan tongkat rotan atau penjalin dan perisai yang terbuat dari kulit kerbau  atau disebut ende. Dan Tradisi ini melambangkan keberanian, sportivitas, dan persaudaraan serta awalnya merupakan ritual memohon hujan atau latihan perang prajurit Sasak. 

Bau Nyale adalah tradisi tahunan masyarakat Sasak di Lombok Tengah, untuk menangkap cacing laut warna-warni atau nyale yang diyakini sebagai penjelmaan Putri Mandalika. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Bau Nyale 2026, Pepadu se Pulau Lombok Perang Bintang di Mekar Sari, Dewan Azhar Ingatkan Pentingnya Tradisi, Budaya dan Kesenian Sasak

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Februari 2026
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

STATISTIK