SHOPPING CART

close

Begini Respon Dewan Lombok Tengah Soal Tuntutan Asosiasi Musik Kecimol

DPRD Lombok Tengah
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Wirman Hamzani

SUARALOMBOKNEWS | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah merespon positif tuntutan asosiasi musik kecimol Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menertibkan tarian erotis yang mulai meresahkan masyarakat.”Kami sepakat untuk melakukan penertiban terhadap tarian erotis dari kesenian musik yang tengah viral di masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah Wirman Hamzani saat menerima aksi damai pelaku kecimol di kantor DPRD Lombok Tengah, Praya, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pimpinan DPRD Lombok Tengah dan pemerintah daerah untuk mencari solusi dari persoalan yang dihadapi pada pelaku musik kecimol tersebut.”Memang di beberapa desa ada peraturan desa terkait larangan kecimol. Namun, peraturan desa yang dibuat tersebut terkadang dilanggar, jika ada jaminan berupa uang yang diberikan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hamzan, kesenian Ale-ale yang menampilkan tarian joget erotis itu memang tidak wajar, sehingga hal tersebut menjadi perhatian DPRD dan pemerintah untuk melakukan penertiban.”Kami akan perjuangkan supaya peraturan terkait kesenian segera dibentuk, agar apa yang menjadi tuntutan itu bisa direalisasikan,” katanya

Hal yang sama dikatakan Anggota DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah.

Menurut Ferdi, penampilan kesenian musik kecimol harus diatur, sehingga tidak mengganggu ketertiban masyarakat.”Kami sepakat penampilan kecimol ini memang harus diatur,” katanya.

Ferdi juga mengatakan keberadaan tarian erotis dalam penampilan kesenian yang dikeluhkan masyarakat tersebut harus ditertibkan.”Tarian erotis harus ditertibkan,”ujarnya. [SLNews – rul]

 

Tags:

0 thoughts on “Begini Respon Dewan Lombok Tengah Soal Tuntutan Asosiasi Musik Kecimol

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2025
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

STATISTIK