SHOPPING CART

close

Kondisi Alun – Alun Tastura Yang Kumuh Jadi Sorotan Dewan Lombok Tengah

Dewan Lombok Tengah Dari PDIP Soroti Kondisi Alun Alun Tastura
Anggota DPRD Lombok Tengah, Suhaidi.

SUARALOMBOKNEWS | Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyoroti kondisi ruang terbuka hijau di Kota Praya, Lombok Tengah, yakni Taman Alun – Alun Tastura. Pasalnya, kondisi taman ini dinilai sangat buruk karena tidak tertata dan jauh dari standar sebagai taman kota. Parahnya, taman Alun-alun Tastura itu juga kumuh dan tidak layak meski baru selesai dilakukan perbaikan.

Anggota Komisi III DPRD Lombok Tengah, Suhaidi menyampaikan bahwa kalau  dilihat saat ini taman Muhajirin dianggap sangat amburadul. Seperti bukan taman kota karena terlihat kumuh dan tidak tertata, ia melihat banyaknya rumputnya liar, pohonnya juga tidak dirawat. Dengan kondisi ini pihaknya menekankan perlu segera ditata kembali.“Salah satu penyebab ketidakteraturan ini adalah tidak jelasnya pengelolaan taman yang terkesan saling lempar tanggung jawab antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Makanya kami mengusulkan, agar seluruh penanganan taman diserahkan kepada satu leading sektor, yaitu Dinas Perkim, yang saat ini telah menerima pelimpahan pengelolaan dari Dinas PUPR,” ungkap Suhaidi, Rabu, (11/6/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan karena sekarang sudah diserahkan ke Perkim, maka Perkim yang tangani semua baik dalam urusan sampah, parkir, sampai pedagang kaki lima. Kedepan jangan saling tunjuk lagi. Ia juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima yang berjualan di dalam area taman, bahkan di atas rumput. Menurutnya, hal ini sangat mengganggu estetika taman. “Sehingga, para pedagang harus dipindahkan ke area UMKM di sebelah barat taman atau ke gedung eks Dispora yang kini tidak terpakai. Di sebelah itu kan sudah ada area UMKM dan gedung kosong. Mending dipindah ke sana semua, biar taman benar-benar jadi ruang publik yang nyaman, bukan kayak pasar,” terang Suhaidi.

Tak hanya soal tata kelola dan pedagang, ia juga menyoroti aspek penghijauan taman. Ia menyebut banyak tanaman yang tidak estetis, seperti rumput liar dan pohon trembesi yang dinilainya rawan tumbang dan berbahaya. “Pohon trembesi itu rapuh. Kalau bisa diganti dengan pohon buah-buahan yang punya nilai estetika. Misalnya pohon manggis, durian, jeruk atau nangka. Selain indah, itu juga bermanfaat,” ungkap Suhaidi.

Suhaidi berharap, dengan satu OPD sebagai penanggung jawab, semua aspek pengelolaan taman bisa lebih terkoordinasi, termasuk potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir dan UMKM. “Yang penting jangan saling lempar. Biar PAD juga jelas kemana alurnya. Kalau dikelola baik, taman ini bisa jadi ikon Praya yang membanggakan,”ujarnya. [SLNews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Kondisi Alun – Alun Tastura Yang Kumuh Jadi Sorotan Dewan Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juni 2025
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

STATISTIK