SHOPPING CART

close

Kinerja Pemda Lombok Tengah Dapat Kritikan Dari Fraksi Gerindra

Dewan Lombok Tengah Gelar Sidang Paripurna
Sidang paripurna DPRD Lombok Tengah dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2024 dan RPJMD tahun 2025-2029, Rabu (11/6/2025)

SUARALOMBOKNEWS | Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengkritik berbagai kinerja yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah. 

Kritikan itu disampaikan dalam pemandangan umum fraksi terhadap rencana peraturan daerah (Ranperda) terhadap pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 dan RPJMD tahun 2025-2029, di sidang Paripurna DPRD Lombok Tengah, Rabu, (12/6/2025).

Juru Bicara (Jubir) Fraksi Gerindra, Lalu Wawan Adiyatma menyampaikan bahwa fungsi utama LPJ adalah sebagai sarana evaluasi dan juga perbaikan. Untuk itu fraksi Partai Gerindra  mencermati beberapa hal yang perlu dievaluasi dan memerlukan penjelasan seperti laporan realisasi anggaran. Dimana  pendapatan daerah melebihi target yang telah ditetapkan sebesar Rp 2. 685. 754. 476. 568 menjadi Rp  2. 729. 660. 115. 585. atau setara dengan 101,63 persen.“Hal ini patut diapresiasi, namun dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat kurang memuaskan hanya mencapai 87,04 persen. Atau terealisasi Rp 331. 059. 847. 831. Dari yang ditargetkan sebesar Rp 380. 346. 200.398. Maka mohon penjelasan apa penyebabnya dan upaya apa yang dilakukan dalam  meningkatkan PAD dan mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat,” ungkapnya

Lalu Wawan juga menyampaikan, dalam APBD 2024 belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 2. 617. 596. 128.124,98 atau 96,80 persen baik itu belanja operasi, belanja modal maupun belanja tak terduga. “Artinya masih ada sisa anggaran APBD yang belum terserap seluruhnya karena belum mencapai 100 persen. Hal ini harus menjadi perhatian Pemda,”tegasnya.

Lebih jauh, Lalu Wawan menyampaikan, bahwa Pemda telah melakukan investasi jangka panjang melalui penyertaan modal kepada sejumlah BUMD seperti PT Bank NTB Syariah, PT. BPR NTB, PDAM Tirta Ardhia Rinjani dan Jamkrida NTB Bersaing mencapai Rp 143 miliar lebih, namun menurutnya dewan belum mendapatkan laporan berapa laba atau keuntungan yang diperoleh Pemda dari penyertaan modal tersebut. “Selanjutnya terkait dengan Silpa yang cukup tinggi mencapai Rp 135. 341. 420. 443. 76  apa penyebabnya. Termasuk terdapat sejumlah aset tak bergerak milik Pemda seperti bangunan atau gedung yang masih terbengkalai sebut saja Pasar Seni Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur dan juga pasar rakyat di Perbatasan Kuripan Lombok Barat dengan Desa Labulia Kecamatan Jonggat yang terbengkalai padahal biaya pembangunan mencapai miliaran rupiah,”jelasnya.

Termasuk terhadap aset bergerak milik Pemda seperti  kendaraan dinas roda dua dan roda empat serta aset bergerak lainnya, ia menyarankan sebaiknya diperbaiki dan kalaupun tidak bisa diperbaiki dan memerlukan biaya besar maka sebaiknya di lelang ataupun dihibahkan ke yayasan ataupun lembaga. “Hal itu dinilai lebih bermanfaat ketimbang dibiarkan menjadi besi tua tak berguna,”tegas Lalu Wawan.

Lalu Wawan juga menyoroti terkait dengan infrastruktur jalan dan jembatan di Lombok Tengah sudah memenuhi standar teknis yang sudah ditentukan sesuai aturan yang berlaku, namun demikian terhadap kualitas pengerjaan harus terus ditingkatkan termasuk juga beberapa ruas jalan kabupaten perlu ditingkatkan.

“Kemudian terkait dengan Ranperda RPJMD, fraksi Partai Gerindra secara umum mendukung pentingnya dokumen RPJMD sebagai arah kebijakan pembangunan daerah, serta menekankan perlunya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan pelaksanaan program-program strategis berjalan efektif dan tepat sasaran,”ucapnya.

Lalu Wawan memastikan Fraksi Gerindra sangat mengatensi tuntutan masyarakat, saat ini masih didominasi tuntutan berupa peningkatan infrastruktur jalan, sarana pendidikan dan kesehatan, serta  peningkatan sumber daya manusia. Hal itu tidak lepas dari kondisi beberapa ruas jalan yang masih rusak, gedung sekolah yang rusak berat, sedang maupun rusak ringan. “Demikian juga untuk fasilitas kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk ditingkatkan. Oleh karena itu Fraksi Gerindra berharap dalam penyusunan dokumen ini diharapkan bisa memprioritaskan program yang dibutuhkan masyarakat, sehingga bisa menjawab berbagai tuntutan masyarakat Lombok Tengah selama ini,”ujarnya. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Kinerja Pemda Lombok Tengah Dapat Kritikan Dari Fraksi Gerindra

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juni 2025
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

STATISTIK