Warga Sudah Lelah Dijanjikan dan di PHP oleh ITDC

LOMBOK TENGAH | Melalui pres release tertulis yang dikirim ke nomor WhatsApp (WA) Redaksi suaralomboknews.com, Selasa, (11/10/2022), perwakilan kuasa warga pemilik lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, M. Samsul Qomar menyebutkan, janji pihak PT ITDC selaku pengelola dan pengembang KEK The Mandalika di Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melanjutkan Mediasi penyelesaian pembayaran lahan KEK Mandalika mulai 1 Oktober 2022 ternyata bohong belaka. “Mereka berjanji Divisi penyelesaian Lahan akan melanjutkan mediasi per 1 Oktober 2022 ini, tapi sampai tanggal 11, tidak ada apa apa,” sebutnya
Menurut pria yang akrab disapa MSQ itu, setiap akan di adakan event besar pihak pengembang (PT ITDC), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah selalu memberikan angin segar kepada warga. Modusnya dengan mengundang kuasa pemilik lahan untuk rapat, namun setelah itu menebar janji-janji manis.“Polanya selalu sama saat akan WSBK 2021 juga begitu. Pas mau motoGP sama begitu juga rapat tapi tak berujung,” ucapnya
“Taktik pengembang ITDC dan pemerintah dengan tangan Satgas selama ini membuat warga sudah gerah dan marah, karena keseriusan pihak pengembang sama sekali tidak mencerminkan sebuah BUMN yang berpihak pada masyarakat. Semestinya Gubernur hingga Bupati Lombok Tengah berdiri di atas kepentingan rakyat dengan memerintahkan ITDC segera menyelesaikan soal soal lahan yang masih tersisa,” sambung MSQ.
Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah itu mengatakan, pihaknya mendampingi sekitar 48 orang warga dengan luas 80 hektar lahan yang masih belum selesai dibayarkan. “ Kalau total tanah yang belum dari Zona I dan seterusnya kita mengacu pada hasil Kesbangpoldagri NTB sekitar 300 hektar lebih,” kata MSQ.
Mantan Anggota DPRD Lombok Tengah dua periode itu mengaku, jika persoalan lahan di KEK The Mandalika tidak ada titik terang sampai akhir bulan Oktober 2022 ini, maka pihaknya tidak berani menjamin penyelenggaraan WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika di KEK The Mandalika bisa berjalan lancar, begitu juga MotoGP 2023 mendatang. “Karena warga sudah lelah dijanjikan dan di PHP oleh ITDC dengan pola pola lama. Warga sudah bersiap siap menguasai memagar lahan yang masih mereka kuasai sampai dengan saat ini untuk memastikan kepemilikan mereka juga dengan alas hak yang asli di bawah tahun 2012 . Si Bram (Managing Director The Mandalika) itu pikir warga bodoh HPL ITDC itu mulai pengajuannya 2014 sementara alas hak warga jauh di bawah tahun itu,” ujar MSQ. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan