SHOPPING CART

close

Ada Sirkuit Mandalika, ADD Malah Dikurangi, FKD Sebut Pemkab Lombok Tengah Tak Profesional

Forum Kepala Desa Lombok Tengah
Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Lombok Tengah/Kades Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Suasto Hadiputro Armin, SH

LOMBOK TENGAH | Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Suasto Hadiputro Armin, SH menyayangkan sikap dan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah yang mengurangi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2023 sebesar 3 persen dari total ADD yang diterima masing – masing Desa di Lombok Tengah. “ Pemerintah Pusat membolehkan Pemerintah Desa (Pemdes) menggunakan Dana Desa (DD) sebesar 3 persen untuk operasional. Namun, kebijakan Pemkab Lombok Tengah justru terbalik, yang semestinya menambah ADD, malah mengurangi ADD sebesar 3 persen. Kebijakan Pemkab Lombok Tengah itu sangat kami sayangkan,” keluh Suasto Hadiputro Armin yang juga menjabat Kepala Desa (Kades) Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Menurut purnawirawan Polri itu, pengurangan ADD tersebut imbas dari minimnya Penghasilan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah. “ Pengurangan ADD itu akibat dari minimnya PAD Lombok Tengah. Semestinya Pemkab Lombok Tengah mencari solusi lain atau mencari cara lain untuk meningkatkan PAD, bukan malah mengurangi yang sudah ada, itu namanya tidak profesional. Cari dong sumber lain,” ucap Suasto

Suasto mengatakan, pengurangan ADD sebesar 3 persen itu sangat berdampak kepada Pemdes. Bahkan perangkat desa (Parades) yang tadinya berharap ada peningkatan penghasilan, terpaksa harus gigit jari dan kencangkan ikat pinggang. “ Mereka (Parades) sudah berharap ada penambahan penghasilan, ya tapi apa mau dikata, terpaksa harus kencangkan ikat pinggang. Parades mau Hearing, tetapi apa yang mau di Hearing, karena barang (APBD/APBD-P) sudah di ketok,” katanya

Kedepan lanjut Suasto, Pemkab Lombok Tengah harus profesional, terlebih lagi kini Pemkab Lombok Tengah memiliki banyak sumber PAD dengan keberadaan KEK The Mandalika dengan Sirkuit Mandalika di Kecamatan Pujut dan Sirkuit motocross 456 Lantan di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. “ Kedepan Pemkab Lombok Tengah harus pintar dan profesional. Apa artinya ada KEK The Mandalika dan Sirkuit Lantan kalau tidak bisa meningkatkan PAD. Jangan kita hanya diajak berpikir International saja. Tapi kenyataannya, yang kecil tampah tertindas, yang kaya semakin kaya,” ujarnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Ada Sirkuit Mandalika, ADD Malah Dikurangi, FKD Sebut Pemkab Lombok Tengah Tak Profesional

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2022
M S S R K J S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

STATISTIK