Dewan Lombok Tengah Diharapkan Titip Dana Pokir Tangani Gedung SDN Yang Ambruk

LOMBOK TENGAH | Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Renong, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat memprihatinkan.
Empat dari tujuh ruang kelas SDN Batu Renong yang dibuka pada Tahun 1984 saat ini sudah ambruk dan nyaris rata dengan tanah. “ Sekolah itu (SDN Batu Renong) tidak pernah mendapat perhatian. Kondisinya sekarang 4 ruang kelas sudah roboh dan hanya 3 ruang kelas yang digunakan untuk proses belajar mengajar, kondisinya juga sudah mengkhawatirkan, sudah sakit – sakitan. Serapan siswanya juga minim, paling banyak 48 siswa, penyebabnya karena kondisi bangunan yang tidak layak, kurangnya penduduk, akses jalan dan banyak Madrasyah Ibtidaiyah (MI) di sekitar lingkungan SDN Batu Renong. Untuk itu, kita akan sampaikan usulan ke Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dipertimbangkan, apakah SDN Batu Renong dihapus atau dibangun ulang,” kata Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah, Makbul Ramen, Kamis, (15/9/2022).
Menurut Makbul, SDN Batu Renong tidak layak mendapatkan penanganan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), melainkan harus ditangani melalui Dana Alokasi Umum (DAU). “ Kondisi bangunan sudah rusak parah, jadi tidak layak mendapatkan DAK, karena tidak bisa ditangani dengan rehab, melainkan harus dibangun ulang yang sumber dananya dari DAU,” ucapnya
SDN Batu Renong kata Makbul, tidak pernah mendapatkan suntikan anggaran yang bersumber dari DAK, dikarenakan tidak jelinya pihak sekolah saat mengusulkan DAK ke Pemerintah Pusat. “ SDN Batu Renong menjadi skala prioritas kami di Dinas untuk mendapatkan DAK, namun sangat disayangkan usulan dari Sekolah untuk mendapatkan DAK tahun 2023 tidak lolos, karena tidak sinkronnya data Dapodik yang di usulan operator sekolah, jadi usulan DAK tidak bisa kami lanjutkan. Dan kami sangat kecewa dengan pihak sekolah yang tidak gesit sehingga data Dapodik tidak bisa Sinkron,” kesalnya.
Meskipun tidak mendapatkan DAK di Tahun 2023 dan penanganan tidak layak dari DAK, Disdik Lombok Tengah berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah untuk menitipkan dana Pokir untuk penanganan SDN Batu Renong. “ Kami berharap bisa ditangani menggunakan DAU dan berharap kepada Anggota Dewan untuk menitipkan dana Pokirnya, karena persoalan pendidikan dari semut (kecil) sampai dengan Gajah (besar) bukan menjadi tanggung jawab Dinas saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama,” harapnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan