Lawan Rentenir, Nursiah Dilantik Jadi Ketum MES Lombok Tengah

Lawan Rentenir, Nursiah Dilantik Jadi Ketum MES Lombok Tengah
Ketua MES NTB Dr Baiq Muliana melantik Pengurus MES Lombok Tengah Periode 2020-2023 dirangkaikan dengan Penyerahan Program Mawar Emas ( Melawan Rentenir Berbasis Masjid) dan santunan kepada anak Yatim di halaman Masjid Agung Lombok Tengah di Praya, Selasa, (1/9/2020).

SUARALOMBOKNEWS. com – LOMBOK TENGAH | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Lombok Tengah perpasangan dengan Balon Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip di Pilkada Lombok Tengah Tahun 2020, Dr. H. Nursiah dilantik menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Lombok Tengah Periode 2020-2023, Selasa (01/9/2020).
Pelantikan pengurus MES Lombok Tengah dilakukan langsung oleh Ketua MES NTB Dr Baiq Mulianah yang dilaksanakan dihalaman Masjid Agung Lombok Tengah di Kota Praya.
Pelantikan Pengurus MES Lombok Tengah itu dirangkaikan dengan Penyerahan Program Mawar Emas ( Melawan Rentenir Berbasis Masjid) dan santunan kepada anak Yatim.
Dalam sambutannya usai melantik Pengurus MES Lombok Tengah, Ketua MES NTB Dr Baiq Mulianah menyampaikan, Program Mawar Emas yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB melibatkan beberapa instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, tujuan utama untuk mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.
Sebelum peluncuran Mawar Emas tersebut, MES beberapa kali sudah memberikan pelantihan kepada ratusan Takmir Masjid yang ada di provinsi NTB. Hal itu sebagai bentuk kesungguhan MES NTB untuk melawan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat dengan bunga pinjaman yang cukup tinggi.“Alhamdulillah, MES telah melakukan pelatihan kepada ratusan takmir masjid yang ada di NTB,”ucap Dr Baiq Mulianah
Baiq Mulianah mengatakan, pelatihan tersebut  dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa Masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah.
Selain memberikan pelatihan kepada Takmir Masjid, MES juga telah bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan PNM untuk menyiapkan modal yang dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga.“Misalnya Bank NTB Syariah menyiapkan dana satu juta perorang. Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang,”sebutnya
Berbeda dengan Bank NTB Syariah, kata Baiq Mul sapaan akrabnya PNM menyiapkan dua juta per orang dengan sistem yang sama.“Kita bersyukur, ide dari Gubernur NTB untuk memberantas rentenir melalui program Mawar Emas ini bisa kita ikhtiarkan bersama dengan lembaga keuangan yang ada di provinsi NTB,” kata Rektor UNU NTB
Perempuan yang terkenal rendah hati ini mengungkapkan dirinya dipercaya sebagai Ketua Umum MES merupakan amanah dan tanggung jawab yang cukup besar, terutama dalam memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat di provinsi NTB.“Tahadduts bin ni’mah, MES NTB optimis, dengan peluncuran Mawar Emas tersebut masyarakat bisa keluar dari jeratan para rentenir,”tandasnya
MES NTB berharap, setelah peluncuran Mawar Emas tersebut, selain mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, masyarakat mendapat ilmu tentang pentingnya pengetahuan serta penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu, sasaran tembak dari program ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar masjid, yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB secara umum.“Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid,”tutur Baq Mul

Usai dilantik, Ketum MES Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah berpesan kepada Pengurus MES Lombok Tengah untuk membimbing dan mengeluarkan masyarakat Lombok Tengah terlepas dari jeratan dan bujuk rayu Rentenir.”Kondisi Masyarakat kita sangat membutuhkan Modal, dan Rentenir sangat jeli melihat kesemfatan itu, dan MES harus bisa menghentikan praktek – prakter Rentenir,”tegasnya
Nursiah juga meminta kepada pihak Perbankan termasuk Pemerintah Daerah untuk memperbanyak sumber dana untuk Modal Usaha Masyarakat Lombok Tengah.”Jadi kalau sumber dana terbatas, agak lama kita bisa mengeluarkan Masyarakat kita keluar dari Cengkraman Rentenir. Untuk itu bagaimana kita membuat program, bagaimana memperbanyak sumber dana, Pemerintah Daerah juga bertanggungjawab atas penyediaan Modal, jadi kalau mau memperbanyak sasaran juga harus memperbanyak sumber dana,”pintanya
Nursiah menginginkan, dua Pasar Besar yang ada di Lombok Tengah yakni Pasar Jelojok di Kecamatan Kopang dan Pasar Renteng Kecamatan Praya, bisa dijadikan percontohan Pasar Syariah.”Kita memiliki dua pasar besar Jelojok dan Renteng, kenapa tidak kita dijadikan Pasar Syariah, bisa dijadikan contoh, mulai dari jual beli sesuai dengan Syariah,”ujarnya
Pelantikan Pengurus MES Lombok Tengah yang dirangkaikan dengan Penyerahan Program Mawar Emas dan santunan kepada anak Yatim dihadiri perwakilan dari Bank Indonesia (BI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mataram, jajaran Direksi Bank NTB Syariah, Ketua MUI Lombok Tengah, kepala OPD Lingkup Pemkab Lombok Tengah, para Nasabah Program Mawar Emas NTB dan para Anak Yatim.
[slNews – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan