Warga Korban Gempa di NTB Terima Kunci Huntap Dari Menko PMK

Warga Korban Gempa di NTB Terima Kunci Huntap Dari Menko PMK
Menko PMK RI, Muhadjir Effendy (kanan) menyerahkan kunci Huntap secara simbolis kepada salah seorang perwakilan warga korban Gempa NTB di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB, Jumat, (28/08/2020)

SUARALOMBOKNEWS.com – LOMBOK TENGAH | Program rekonstruksi bangunan rumah rusak berat akibat rentetan Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai Juli 2018 lalu, hampir rampung. Dari total 74.774 rumah yang mengalami rusak berat, saat ini sudah sekitar 68 ribu atau 89% Hunian Tetap (Huntap) yang selesai dibangun.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Muhadjir Effendy melakukan kunjungan langsung ke lokasi Huntap untuk meninjau sekaligus serah terima kunci kepada para korban Gempa yang rumahnya mengalami rusak berat.”Berdasarkan laporan Danrem 162/WB selaku Dansatgas Rehab Rekon sebanyak 65 ribu unit sudah selesai dibangun dan saya ucapkan selamat kepada yang sudah selesai dan mohon segera dihuni dan dirawat dengan baik. Karena bangunan yang baik tidak dijamin akan bisa digunakan dalam waktu yang lama kalau perawatannya tidak baik,”pesan Menko PMK RI, Muhadjir Effendy saat serah terima kunci Huntap di Desa Teratak, Kecamatan Batuliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/8/2020)
Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Huntap yang dibangun adalah Rumah Tahan Gempa (RTG) dengan struktur bangunan dan konstruksi yang lebih kuat. Harapannya, masyarakat akan lebih merasa aman dan nyaman terutama saat menghadapi bencana gempa bumi.
Muhadjir Effendy memastikan untuk pembangunan Huntap yang belum rampung hingga kini akan segera diselesaikan dalam kurun dua bulan. Target percepatan tersebut seiring dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor : 7/2020 tanggal 19 Agustus 2020.
Inpres itu memerintahkan tiga menteri (Menko PMK, Mendagri, Menkeu), Panglima TNI, Kapolri, BNPB, BPKP, Gubernur NTB, 6 Bupati, dan 1 Walikota untuk segera melaksanakan percepatan penyelesaian perbaikan dan pembangunan kembali rumah masyarakat pada wilayah terdampak bencana gempa bumi di Provinsi NTB dengan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) yang diselesaikan paling lambat bulan Desember 2020.”Sekarang sudah ada Inpres Nomor : 7/2020 dan sudah selesai ditandatangani jadi Pak Danrem, Kapolda, BNPB, Bupati, Gubernur otomatis sudah bisa bekerja lagi mempercepat pembangunan rumah-rumah yang masih tersisa. Tadi Pak Danrem sanggup dua bulan insya Allah selesai. Jadi ini disaksikan semua, Pak Danrem menyanggupi dua bulan akan bisa selesai semuanya,” tegasnya
Di lain sisi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Ahmadi menjelaskan bahwa selain melakukan rekonstruksi rumah rusak berat sebanyak 74.707 unit, pemerintah juga merehabilitasi rumah rusak sedang berjumlah 36.312 dan rumah rusak ringan 115.185.”Total yang akan direhab rekon sebanyak 226.204 mulai dari yang rusak ringan, sedang, sampai rusak berat. Untuk rekonstruksi di tahap 1 ini kita targetkan selesai September,”paparnya
Ahmadi pun tak menampik selama Pandemi Covid-19 atau Virus Corona, pelaksanaan rekonstruksi rumah rusak berat yang sudah dimulai sejak September 2018 sempat terhambat. Menurutnya, hal itu lantaran komitmen kuat pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 salah satunya melalui refocusing anggaran.”Di awal-awal Covid-19 karena memang sibuk merelokasi anggaran untuk kondisi darurat Covid-19 jadi bergeser sedikit. Tapi dengan adanya Inpres itu, permasalahan dana selesai dan penyaluran dana   siap pakai dari Kemenkeu kembali normal sehingga kita bisa bergerak cepat lagi untuk proses pembangunan,”ujarnya
Pada kesempatan tersebut, Menko PMK RI bersama Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT, SH, Danrem 162/WB, Kapolda, serta para pejabat kementerian/lembaga yang hadir juga turut melakukan kampanye Gerakan Sadar Masker kepada masyarakat Kabupaten Lombok Tengah.
Kampanye itu sebagai tindak lanjut atas arahan dan Instruksi Presiden untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan, terutama kepatuhan dalam penggunaan masker. Kampanye masker di NTB Menko PMK melibatkan seluruh Esselon I Kemenko PMK turut serta mengkampanyekan masker. Kegiatan di NTB dikoordinasikan oleh Deputi Bid.Koord.Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penaggulangan Bencana Kemenko PMK RI, Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo HGS. [slNews – rul]

No Responses

Tinggalkan Balasan