Suhaili : Kades Jangan Jadi Raja di Desa
SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, SH mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kekesalan Bupati Lombok Tengah dua periode itu memuncak setelah mengetahui sikap sejumlah Kades yang tidak sejalan dengan pemikiran dan program kerja Pemerintah.
Salah satunya Kades Kuta, Mirate yang melakukan penolakan terhadap pelaksanaan Karnaval Pesona Bau Nyale 2019 di Kota Praya. Selain itu, Kades Kuta terpilih hasil Pilkades Serentak 2018 itu juga menolak untuk mengurus atau menangani pengelolaan Parkir pada acara Festival Pesona Bau Nyale 2019 yang akan digelar di Pantai Seger, Desa Kuta pada Tanggal 24 – 25 Februari 2019.”Kades jangan menjadi Raja – Raja kecil di Desa,”kesal HM. Suhaili FT usai melaksanakan kegiatan Jumat Sehat di Bencingah Adiguna Alun – alun Tastura Praya, Lombok Tengah, Jumat (15/2/2019).
Selain kecewa terhadap sikap Kades Kuta, HM. Suhaili juga kecewa terhadap sikap Kades Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, dan sejumlah Kades lainnya yang membuat kebijakan yang menimbulkan perpecahan ditengah – tengah masyarakat, salah satunya dengan memecat dan mengangkat Perangkat Desa tanpa didasari peraturan perundang – undangan yang berlaku.”Kalau melanggar aturan, sanksinya Anggaran Desa tidak bisa dicairkan,”tegas HM. Suhaili FT.
Ketua DPD Partai Golkar NTB itu juga menegaskan, semua pihak termasuk masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes), khususnya yang berada wilayah Kecamatan Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya dan Praya Timur dilibatkan untuk mensukseskan dan memeriahkan Festival Pesona Bau Nyale 2019.”Untuk itu jangan mengadakan acara – acara tandingan, seperti Karnaval dan lainnya,”imbau HM. Suhaili FT. [slNews.com – erwin]

Tinggalkan Balasan