Arief Yahya dan Ustad Yusuf Mansyur Akan Mengisi Rangkaian Tradisi “Bau Nyale” 2019
SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Ditahun 2019 ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama Pemkab Lombok Tengah menyiapkan 14 rangkaian kegiatan untuk memeriahkan dan meramaikan pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale 2019 yang akan digelar dari tanggal, 17 – 25 Februari 2019 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta, tepatnya di Kawasan Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H. Lalu Herdan mengatakan, 14 rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale 2019 itu diawali Kontes Surfing yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari yang akan dipusatkan di Pantai Gerupuk, Desa Sengkol, Keamatan Pujut, Lombok tengah. Lomba foto bertemakan Bau Nyale yang dimulai dari Tanggal 17-23 Pebruari.”Pada 18 Februari dilaksanakan kegiatan pengelolaan desa wisata Mandalika yang dipusatkan di KEK Mandalika. Dan dari Tanggal 19-23 Februari juga dilaksanakan kegiatan pertunjukan Peresean di Pantai Senek, Desa Kuta,” kata H. Lalu Herdan pada acara Konperensi Pers di Ruang Rapat Tastura I Kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (15/2/2019).
Kemudian pada Tanggal, 21 Februari dilaksanakan dialog di Selasar Bazar KEK Mandalika yang akan diisi sejumlah kegiatan mulai pameran ekonomi kreatif, pameran desa wisata, fashion show hasil karya desainer ternama Samuel Watimena.” Juga akan diisi dengan seminar yang menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai nara sumber, termasuk dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,”ungkap H. Lalu Herdan.
Pada tanggal, 22 Februari di isi dengan kegiatan bernuansa religius mengangkat tema Mandalika Berzikir bertempat di Masjid Nurul Bilad dengan menghadirkan Ustad Yusuf Mansyur sebagai penceramah.” Dan pada Tanggal 23 Februari dilaksanakan Parade Budaya yang pesertanya dari 12 Kecamatan se Lombok Tengah dan dari 10 kabupaten/kota di NTB yang dipusatkan di Kota Praya. Kegiatan Parade Budaya ini menggandeng Jember Fashion Carnaval (JFC),” beber H. Lalu Herdan
Pada malam puncak Festival Pesona Bau Nyale pada Tanggal, 24-25 Februari dilaksanakan grand final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan malam puncak Bua Nyale dengan tradisi “Bau Nyale” atau menangkap cacing laut oleh ribuan warga dan wisatawan di kawasan Pantai Seger, Desa Kuta.” Festival Pesona Bau Nyale 2019 ini juga akan di isi dengan sosialisasi Zero Waste yang diadakan di KEK Mandalika,” ujar H. Lalu Herdan.
H. Lalu Herdan berharap kegiatan Festival Pesona Bau Nyale tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa, khususnya ke Lombok Tengah, terlebih setelah Pulau Lombok dan Sumbawa dilanda bencana gempa bumi dahsyat pada akhir Juli dan Agustus 2018 lalu.
Legenda Putri Mandalika menjadi awal dari tradisi “Bau Nyale” (menangkap cacing laut) yang dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah setiap bulan Februari.
Kendati tak ada bukti tertulis yang menyebutkan kapan tradisi bau nyale itu mulai dilaksanakan. Namun tradisi itu dilakukan oleh masyarakat di Pulau Lombok secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam.
Tradisi Bau Nyale yang dilaksanakan di sejumlah pesisir pantai di Pulau Lombok itu dibanjiri puluhan ribu warga sekitarnya. Bahkan wisatawan nusantara dan mancanegara juga ikut menyaksikan tradisi budaya tahunan itu.
Pengorbanan Putri Mandalika memiliki makna filosofis. Keberadaannya yang muncul dalam wujud cacing laut dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Kemunculannya pun setiap tahun dilaksanakan yakni pada tanggal 20 bulan 10 berdasarkan kalender Sasak, suku terbesar di Pulau Lombok.
Karena itu sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah menetapkan tradisi Bau Nyale itu menjadi kalender tahunan pariwisata di Lombok Tengah. Tradisi Bau Nyale itu dikemas dalam “Festival Pesona Bau Nyale. [slNews.com – erwin]

Tinggalkan Balasan