SHOPPING CART

close

Soal Desa Wisata, Kasta NTB Khawatir, BPPD Optimis

SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kasta Nusa Tenggara Barat (NTB) angkat bicara terkait  dengan boomingnya Desa Wisata di Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Dari kaca mata LSM Kasta NTB, peluncuran Desa Wisata di Lombok Tengah merupakan sesuatu yang positif, yang artinya kesadaran masyarakat di Desa untuk memaksimalkan potensi Desa Masing – masing mulai terbangun.”Bahwa setidaknya mereka (Masyarakat Desa) berekspektasi bahwa desa mereka ke depannya juga bisa dan layak dijual untuk mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata dan tidak semata mata mengandalkan sektor pertanian dan sumber Dana Desa yang tentu saja terbatas jumlahnya,”ungkap Dewan Pembina LSM Kasta NTB, Lalu Wing Haris, Kamis (7/2/2019).
Menurut Lalu Wing, ada beberapa hal yang dilupakan, bahwa membangun Desa Wisata tidak bisa hannya bermodalkan semangat dan keinginan yang kuat. Akan tetapi juga harus berpijak pada realitas potensi desa yang layak dijadikan  andalan untuk dipromosikan menjadi brand dan produk unggulan.”Beberapa syarat mendasar yang harus disiapkan oleh desa wisata tentu saja adalah potensi alam yang indah, budaya dan  atau kuliner yang dianggap unik, menarik dan beda, jaminan keamanan, layanan transportasi dan media telekomunikasi yang memadai, dukungan semua stake holder masyarakat di desa yang bersangkutan, dan ketersediaan infrastruktur pendukung lainnnya seperti sarana penginapan yang layak,”ucapnya.
Jika syarat – syarat dasar tidak mampu di penuhi, tetapi dipaksakan untuk dilabeli Desa Wisata, dikhawatirkan Desa Wisata dijadikan ajang pencitraan dan kepentingan Oknum tertentu.”Jika syarat syarat dasar saja tidak mampu dipenuhi tapi dipaksakan untuk dilabeli desa wisata, maka Kasta NTB khawatir jika nantinya isu desa wisata hanya menjadi ajang pencitraan dan kepentingan oknum yang berakhir pada kekecewaan masyarakat karena berujung PHP,”tutur Lalu Wing.
“Maka biarkan masyarakat desa dengan kedamaiannya, karena justru booming isu menbangkitkan desa wisata nanti jangan sampai mengaburkan eksistensi desa wisata yang sudah lama ada. Karena fakta empiriknya desa desa wisata yang ada lahir secara alami dengan potensi yang ada dengan karakteristik masing masing, bukan dibangun dengan sebuah spot buatan ajang selfi dari sebuah berugak bambu dan sebuah bukit gundul, artinya semua harus muncul alamiah tapi terkonseptual, dan bukan rekayasa,” ujar Lalu Wing.
Kekhawatiran LSM Kasta NTB itu, mendapat tanggapan dari Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, Ida Wahyuni.
Ida membantah, tidak ada desa yang dipaksakan menjadi Desa Wisata.”Tidak ada desa wisata yg dipaksakan. Dalam hal ini kita (BPPD) mendata dan mengidentifikasi desa berdasarkan potensi desa masing – masing, apakah layak dijual atau tidak. Jika tidak layak ya tidak bisa kita tetapkan sebagai desa wisata. Desa – desa  wisata yang muncul ini muncul atas inisiatif masyarakat bukan diminta oleh pemerintah,”tegasnya.
Ida menjelaskan, BPPD Lombok Tengah hannya memfasilitasi Desa yang ingin menggali potensi desanya sampai dengan tahap pemasaran, promosi dan peningkatan kapasitas SDM community base tourism.”Ada beberapa point yang harus digaris bawahi dalam hal ini, agar supaya tidak terkesan desa wisata ini seolah – olah dipaksakan. Kita ambil nilai positifnya jika melihat masyarakat yang ingin desanya maju dan bersaing. Nanti kita evaluasi. dan kami di BPPD sudah menyiapkan grand design desa wisata ini sampai tahap promosi dan SDMnya,”pungkasnya. [slNews.com – rul].

Tags:

0 thoughts on “Soal Desa Wisata, Kasta NTB Khawatir, BPPD Optimis

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Februari 2019
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

STATISTIK