Kaki Buruh Penggilingan Plastik Bekas di Lombok Tengah Putus
SUARALOMBOKNEWS.com – Lombok Tengah | Nasib naas dialami Mawardi, 28 Tahun, Buruh Pabrik Penggilihan Plastik Bekas CV. Ilham Putra di Dusun Dasan Baru, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kaki Kanan warga Dusun Dasan Baru, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah itu Putus akibat tergiling mesin Penggilingan Plastik bekas milik Abdul Azis Sahid, warga Sweta, Kelurahan Bertais, Kota Mataram, NTB.
Peristiwa itu terjadi pada saat korban tengah mengoperasikan mesin Penggilingan Pabrik Plastik Bekas, Jumat (8/2/2019) sekitar Pukul 11.30 Wita.”Korban bekerja sebagai buruh pengoperasian Mesin Penggilingan Plastik Bekas CV. Ilham Putra,” terang Kapolsek Batukliang, Iptu Rijal, Jumat (8/2/2019).
Peristiwa naas yang menimpa korban itu terjadi pada saat korban tengah mengoperasikan Mesin Penggilingan Plastik Bekas.
Rekan korban sesama buruh yang saat itu juga tengah bekerja mengolah Plastik Bekas tiba – tiba mengdengar suara korban teriak minta tolong.
Rekan korban yang saat itu tidak jauh dari mesin Penggilingan Plastik Bekas langsung menghampiri korban, dan melihat kaki korban telah putus dan bersimbah darah. Rekan korban pun langsung mematikan mesin Penggilingan Plastik bekas tersebut, dan langsung melarikan korban ke Puskesmas Mantang.” Berdasarkan keterangan Saksi – saksi mendengar korban tiba-tiba teriak meminta tolong dan saksi yang berada di sebelah barat korban langsung berdiri dan berlari menghampiri korban dan mematikan kontak mesin pengilingan dan melihat kaki sebelah kanan korban sudah terpotong oleh mesin pengilingan. Saksi langsung mengangkat korban dan memanggil rekannya untuk membantu korban yang sudah bersimbah darah. Dan korban langsung di bawa oleh rekannya ke Puskesman Mantang. Namun karena mengalami luka parah pada bagian kaki kanan, korban langsung di rujuk ke Rumah Sakit Provinsi NTB di Kota Mataram,”tutur Iptu Rijal.
Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, Pasca kejadian naas yang dialami korban, Perusahaan Penggilingan Plastik bekas tempat korban bekerja ditutup.” Untuk Sementara Gudang tempat pengolahan di tutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,” ujar Iptu Rijal.
Saat ini korban masih menjalani operasi dan perawatan Intensif di Rumah Sakit Provinsi NTB.” Kaki kanan korban Putus, dan saat ini masih menjalani operasi dan perawatan di Rumah Sakit Provinsi,” sambung Kadus Dasan Baru, Desa Barabali, Fajarudin
Dari hasil mediasi kata Fajarudin, pihak perusahaan penggilingan plastik bekas tempat korban bekerja, bertanggungjawab dan mengurus serta menanggung seluruh biaya perawatan korban sampai sembuh.” Selain itu perusahaan juga akan memberikan santunan dan menjamin biaya hidup keluarga korban. Dan setelah korban sehat, perusahaan akan mencarikan solusi pekerjaan yang tepat untuk korban,” ujarnya. [slNews.com – rul]

Tinggalkan Balasan