IJTI NTB Gelar Jurnalisme On Duty 2018

IJTI NTB Gelar Jurnalisme On Duty 2018

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi jurnalis (Jurnalisme on Duty) dengan tema “Vlog dalam Perspektif Media Masa Kini”, Sabtu, (27/10/2018).
Agenda rutin tahunan Pengurus Daerah IJTI NTB itu digelar di salah satu Hotel di depan Lombok Internasional Airport (LIA) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Selain dihadiri pengurus dan anggota IJTI NTB, Pembukaan kegiatan Jurnalisme On Duty 2018 itu juga dihadiri Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah, Kapolres Lombok Tengah AKBP. Kholilur Rochman, jajaran Pemprov. NTB dan dari Dewan Pers, IJTI Pusat, para pekerja Media serta dari praktisi media professional.
Digelarnya kegiatan itu untuk meningkatan kompetensi dan SDM anggota IJTI serta para pelaku media (konvensional dan multimedia) di NTB sebagai bagian dari agenda IJTI menyongsong era digitalisasi media milenial.
Melalui kegiatan tersebut akan mengupas pola dan tata cara kerja jurnalistik televisi sekaligus membedah soal kesenjangan antara media mainstream dengan media konvergensi yang bergerak dalam lingkar multimedia dewasa ini, dengan menghadirkan sejumlah pemateri IJTI Pusat, Dewan Pers dan juga praktisi media professional yang diharapkan mampu memberikan pencerahan dan edukasi bagi seluruh peserta.
Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi mengatakan, kegiatan ini menjadi penting tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi internal anggota IJTI NTB namun juga penting sebagai langkah peningkatan kapasitas bagi para peserta tentang perkembangan media hari ini sebagai wawasan baru untuk menjalankan profesinya ke depan.“Pelatihan ini menjadi penting yang pertama sebagai upaya meningkatkan kompetensi anggota dalam menyikapi perkembangan media dewasa ini yang mulai memasuki era konvergensi multimedia,”ucapnya.
Selain membedah fenomena vlog atau media konvergensi, juga diberikan pelatihan kepada warga masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang kehumasan lembaga maupun instansi pemerintahan sebagai inisiatif untuk menjalankan fungsi sosial organisasi.“Upaya mensinkronkan informasi soal kerja media kepada masyarakat, juga akan menjadi point penting dalam pelatihan ini ke depannya peran dan fungsi media sesungguhnya bisa tersosialisasi secara baik kepada warga masyarakat. Dan mengembalikan marwah media mainstream sebagai salah satu sumber rujukan informasi yang akurat dan layak dipercaya,”ujar Riadi. [slNews.com – win].

No Responses

Tinggalkan Balasan