Nelayan di Lombok Tengah Mengaku Dipersulit Mendapatkan Bantuan Mesin Perahu Bertenaga LPG

Nelayan di Lombok Tengah Mengaku Dipersulit Mendapatkan Bantuan Mesin Perahu Bertenaga LPG

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah |500 Nelayan di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima program konversi BBM ke LPG, berupa bantuan 500 unit mesin Perahu bertenaga LPG.
Bantuan itu disalurkan Kementerian Energi Sumer Daya Mineral (ESDM) RI bersama DPR RI Komisi IV dan pihak Pertamina.
Namun, diduga pembagian bantuan Mesin Perahu bertenaga LPG itu tidak tepat sasaran. Bahkan Nelayan di Desa Kuta, Kecamatan Pujut yang telah terdaftar sebagai penerima prorgram Bantuan Mesin Perahu Bertenaga LPG itu tidak menerima bantuan, hannya karena alasan tidak membawa Perahu miliknya ke lokasi Pembagian Bantuan Mesin Perahu di Pantai Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.”Ada 136 Nelayan di Desa Kuta yang namanya telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Mesin Perahu, tetapi karena tidak membawa Perahu ke lokasi penyerahan bantuan di Pantai Mawun pada hari Jumat, (28/9/2018),  mereka (Nelayan) tidak diperbolehkan oleh Pantia dari Kabupaten untuk mengambil bantuan mesin perahu itu,” keluh Nelayan Pantai Kuta, Geni, warga Dusun Kuta 1, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu, (29/9/2018).
Pria yang juga menjabat Kepala Dusun (Kadus) Kuta 1 itu menduga, ada oknum Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah yang main mata, sehingga Bantuan Mesin Perahu Bertenaga LPG dari Pemerintah Pusat itu penyalurannya tidak tepat sasaran.” Waktu didata, perahu langsung diperiksa dan difoto, data pemilik perahu juga harus sesuai dengan Nama dan Alamat, tetapi setelah data lengkap dan namanya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, justru tidak bisa menerima bantuan mesin itu hannya gara-gara penerima bantuan tidak membawa langsung Perahu miliknya ke lokasi acara penyerahan, sedangkan di lokasi acara penyerahan bantuan ada Nelayan dari luar Desa Kuta, meskipun tidak membawa Perahu bisa menerima bantuan mesin Perahu,” ungkap Geni.
Terpisah, kepada www.suaralomboknews.com Via WhatsApp, Sabtu, (29/9/2018),  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah M. Kamrin menjelaskan, penyaluran program Bantuan Mesin Perahu bertenagan LPG yang merupakan program Konversi BBM ke Gas kepada   Nelayan itu sepenuhnya ditangani langsung oleh PT. Pertamina, selaku pelaksana, dan penyaluran bantuan itu menggunakan sistem Online.”Bantuan mesin ini dari pusat untuk konversi BBM ke Gas.  Untuk penyalurannya itu langsung di tangani Pertamina sebagai pelaksana dengan sistem online,” jelasnya.
Kamrin membantah, bantuan Mesin Perahu Bertenaga LPG kepada para Nelayan di Lombok Tengah itu tdak tepat sasaran.”Memang SOPnya cukup ketat yang tujuannya agar terukur dan tepat sasaran.  Dan SOP itu telah disosialisasikan agar tidak terjadi hambatan dan kesalahpahaman,”bantahnya.
Terkait dengan penetapan lokasi penyerahan Bantuan Mesin Perahu itu, Kamrin memaparkan, lokasi penyerahan bantuan mesin perahu itu disebar dari Pantai Selong Belanak, Desa Selong Balak, Kecamatan Praya Barat sampai dengan Pantai Klongkong, Kecamatan Praya Timur.”Tujuannya agar lebih dekat dengan posisi sasaran dan lebih cepat penyelesaiannya, karena dari Pertamina juga punya target waktu,” ujarnya. [slNews.com – rul].

No Responses

Tinggalkan Balasan