Gempa Lombok 7,0 SR, Imam Masjid Lading Lading Akhirnya Teridentivikasi
Tim Basarnas tengah melaksanakan Evakuasi korban Gempa di Masjid Lading Lading Kec. Tanjung, Lombok Utara, Selasa, (7/8/2018).
SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK UTARA | Dua hari Pasca Gempa 7, 0 SR yang mengguncang Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, (5/8/2018) sekitar Pukul 19.46 Wita, pada Selasa, (7/8/2018) pagi Tim Basarnas bersama TNI/Polri berhasil mengevakuasi 3 orang korban meninggal dunia dan 1 orang selamat dari reruntuhan Masjid Lading – Lading, Desa Lading – Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.
1 dari 3 korban meninggal dunia yang tertimbun Material Masjid Lading – Lading itu akhirnya teridentivikasi atas nama Wira Kelana, 60 Tahun, warga Lading – Lading, Lombok Utara.
Wira Kelana merupakan Imam Mashid Lading – Lading, dan pada saat Gempa 7, 0 SR, Wira Kelana tengah menjadi Imam Sholat Isya di Masjid Lading – Lading.”Saat ini Jasad Almarhum masih di semayamkan di RS Provinsi NTB, dan Siang ini Almarhum akan dimakamkan di Pemakaman Umum Lading – lading,” ujar Agustisno, keluarga Imam Masjid Lading – lading Almarhum Wira Kelana, Rabu, (8/8/2018).
Proses evakuasi korban gempa Lombok di masjid di Lading-Lading, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, berlangsung sangat dramatis. Evakuasi harus dibantu dengan dua alat berat karena bangunan masjid hampir rata dengan tanah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan evakuasi korban jamaah Salat Isya yang tertimpa masjid roboh di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara hingga kini masih terus dilakukan.
“Alhamdulillah ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh diguncang gempa 7 SR di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Semoga banyak yang bisa diselamatkan,” tulis Sutopo di akun Twitter @Sutopo_PN, Selasa (7/8/2018).
Dia menambahkan, Tim Basarnas bersama TNI terus lakukan evakuasi korban tertimpa reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading secara profesional di medan yang berat. Hingga pukul 09.00 WIB dilaporkan 1 orang selamat dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sutopo menjelaskan, hingga saat ini korban tewas akibat gempa Lombok berjumlah 105 orang. “Sampai siang ini total 105 orang meninggal dunia, di Kabupaten Lombok Utara 78 orang, Kabupaten Lombok Barat 16 orang, kota Mataram 4 orang, Kabupaten Lombok Timur 3 orang, Kabupaten Lombok Tengah 2 orang, Denpasar 2 orang, jadi ditemukan korban meninggal yang baru di Lombok Utara dan Barat,” tuturnya.
BNPB juga mencatat ada 236 orang korban luka. Pihaknya masih melakukan penangan medis. “236 orang luka, ini masih data sementara, kenyataannya banyak, cuma belum berhasil dihimpun, kemudian ribuan rumah rusak dan ribuan pengungsi,” tuturnya.
Menurut Sutopo, data korban yang meninggal dunia atau luka-luka diprediksi akan terus bertambah.
Pantauan www.suaralomboknews.com, Selasa, sore (7/8/2018) Tim Basarnas bersama TNI/Polri berjuang sekuat tenaga melakukan proses evakuasi korban diduga masih tertimbun reruntuhan masjid Lading – kading, Selain mengerahkan dua alat berat, Petugas Evakuasi Gabungan juga menerjunkan anjing pelacak, untuk mengidentivikasi posisi korban yang diduga masig tertimbun Reruntuhan Masjid. [slNews.com – rul].

Tinggalkan Balasan