IKSASS Lombok Tengah Bekali Calon Santri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

SUARALOMBOKNEWS | Rayon Ikatan Keluarga Santri dan Alumni Sidoarjo (IKSASS), Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar kegiatan pembekalan bagi calon santri baru Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Sekretariat IKSASS Lombok Tengah, pada Sabtu, 27 Juni 2026 lalu itu dibenarkan oleh Ketua IKSASS Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Yahya, Jumat, (3/7/2026).
Lalu Yahya mengatakan, pembekalan bagi calon santri baru Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo bertujuan untuk membekali calon santri dengan bekal pengetahuan, sikap, serta kesiapan mental dan spiritual sebelum masuk ke lingkungan pendidikan pesantren.“Kami ingin memastikan para calon Santri tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman tentang tata tertib, nilai-nilai keislaman, serta cara beradaptasi dengan lingkungan baru dan sesama teman,”katanya
Calon Santri yang mendapatkan pembekalan, kata Lalu Yahya, diberangkatkan ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dalam dua tahap, yakni dari tanggal 1 – 2 Juli 2026.” Pemberangkatan calon santri dibagi menjadi dua tahap, dan jadwal khusus dari NTB akan dibuka pada tanggal 4 Juli, sehingga tanggal 3 Juli harus sudah sampai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Dan jumlah calon santri asal Lombok Tengan yang sudah berangkat sebanyak 15 Calon Santri,” ucapnya
“Saat ini jumlah Santri asal Lombok Tengah yang mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dari semua angkatan sebanyak 700 Santri/Santriwati,” sambung Lalu Yahya.
Lalu Yahya mengungkapkan, materi yang disampaikan dalam pembekalan Calon Santri meliputi pengenalan sistem pendidikan di pesantren, etika pergaulan, disiplin waktu, pentingnya menjaga akhlak mulia, serta panduan kesehatan dan kebersihan diri selama menempuh pendidikan.”Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab agar calon santri dan orang tua dapat menyampaikan kekhawatiran maupun pertanyaan secara langsung.” ungkapnya
Lalu Yahya menekankan bahwa menjadi santri bukan hanya tentang menuntut ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. “Masa santri adalah masa emas untuk membangun pondasi iman dan ilmu, sehingga nantinya dapat menjadi generasi yang berakhlak dan berilmu,” ujarnya
Rayon IKSASS Lombok Tengah berharap kegiatan pembekalan kepada Calon Santri dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memulai perjalanan pendidikan dengan semangat dan kesiapan yang matang.
Kegiatan serupa direncanakan akan terus diadakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan dan pendampingan bagi keluarga besar IKSASS Lombok Tengah. [SLNews – rul]

Tinggalkan Balasan