Ingin Jadi Polisi, Pemuda Asal Loteng Nekad Palsukan Nilai Ijazah

Ingin Jadi Polisi, Pemuda Asal Loteng Nekad Palsukan Nilai Ijazah

Ilustrasi”

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Seorang pendaftar calon anggota Pollri  berinisial F (20) warga  Praya Lombok Tengah (Loteng) , diamankan Polisi.

F diamankan Polisi lantaran ketahuan memalsukan nilai  pada Ijazahnya untuk masuk Polri saat mengikuti pendaftaran anggota Polri di Polda NTB bebera waktu lalu.

Atas perbuatannya,  saat ini F masih mejalani proses pemeriksaan Polisi. Namun, F  tidak ditahan Polisi lantaran kooperatif saat diperiksa, dan hannya diwajibkan menjalani wajib lapor ke  Polda NTB.

Modus yang dilakukan F untuk bisa lolos seleksi administrasi yakni dengan memalsukan nilai di ijazahnya. Untungnya, niat buruk F  diketahui petugas yang menjadi panitia seleksi anggota Polri.

Ketika hari pertama pembukaan pendaftaran anggota Polri di Polda NTB, F diketahui telah datang untuk mendaftar. Namun nilai yang ada di dalam ijazahnya tak mampu membawanya lolos dalam tahapan administrasi. Kemudian, di hari-hari terakhir pendaftaran penerimaan anggota Polri, meski sudah mendapat penolakan, F kembali datang mendaftar. Dia bahkan membawa ijazah lain, dengan nilai yang berbeda.

Saat pendaftaran kali kedua itulah, F ketahuan membawa ijazah palsu. Setelah salah satu petugas yang menjadi panitia, mengenali F. Dia mengetahui bahwa F sebelumnya telah mendaftar namun tidak lolos.” Karena itu (Ijazah) telah digunakan , maka sedang dilakukan penyelidikan,” tegas Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si  usai menghadiri acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhamad SAW di Bencingah Adi Guna Alun – alun Tastura Lombok Tengah, Jum’at, ( 21/4/2017).

Brigjen Pol. Drs. Firli menyayangkan, sikap F yang nekad memalsukan nilai pada Ijazahnya, hannya  karena ingin mendaftar menjadi Anggota Polri.”Itulah yang saya katakan, di perlu kejujuran. Kalau kita melakukan sesuatu yang tidak jujur maka akan timbulah ketidak jujuran berikutnya, satu hal kita berbohong akan timbul lagi kebohongan berikutnya,”ucapnya.

Kejadian pemalsuan Dokumen seperti Ijazah, bisa saja terjadi berulang kali, untuk itu Jendral Polisi Bintang Satu itu mengembalikan sepenuhnya kepada masyarakat, karena masyarakatlah yang tahu Ijazah itu dipalsukan atau tidak.”Kajadian pemalsuan Ijazah bisa saja berulang dua kali , tiga kali dan seterusnya, tergantung dari Individu masing – masing, kita kan tidak bisa menerka apa yang ada di dalam hati anda, kita tidak tahu, tetapi yang jelas niat dia memalsukan itu tentu tindak pidana,  dan itu akan kita lakukan penindakan karena menggunakan dokumen palsu. Antisifasinya kembalikan ke masyarakat sendiri, karena yang tahu palsu atau tidak itu bukan polisi, masyarakat yang tahu itu palsu dan masyarakat sendiri yang tahu itu pemalsuan,” tutur Brigjen Pol. Firli

Selain berpesan kepada masyarakat untuk selalu jujur dalam berbagai hal, Polda NTB juga akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan, untuk mengantisifasi pemalsuan nilai pada Ijazah maupun pemalsuan Dokumen lainnya.”Tentu kita akan berkerjasama dengan Dinas Pendidikan,” ujar Brigjen Pol. Firli.

Ketatnya pengawasan penerimaan calon Polri, membuat kecurangan mampu ditekan secara masif. Polda NTB melibatkan pengawas internal dan eksternal dalam penerimaan calon anggota Polri. (slnews.com – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan