RSUD Praya Akan Buka Poli Hemofhilia

RSUD Praya  Akan Buka Poli Hemofhilia

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Masyarakat Lombok Tengah (Loteng) yang menderita Hemofhilia, merasa kesulitan untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan Hemofhilia.

Pasalnya, layanan dan pengobatan Hemofhilia saat ini hannya tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram.

Melihat data masyarakat Loteng yang menderita Hemofhilia, yang jumlahnya mencapai belasan orang, pihak RSUD Praya Loteng saat ini tengah merencanakan dan mempersiapkan untuk membuka layanan Poli Hemofhilia.” Kita sedangkan rencanakan dan persiapkan, supaya masyarakat yang menderita Hemofhilia bisa di layani di RSUD Praya,” terang Direktur RSUD Praya Loteng dr. Muzakir Langkir, Selasa, (18/4/2017).

Ditahun – tahun sebelumnya, pihak RSUD Praya Loteng pernah membuka layanan Poli Hemofhilia, termasuk menyediakan obat khusus bagi penderita Hemofhilia.

Namun karena saat itu tidak ada Dokter Spesialis Hemotologi dan Dokter Spesialis Anak, Poli Hemofhilia itu tidak bisa bertahan lama karena tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita Hemofhilia secara maksimal,” Dulu layanan Poli Hemofhilia ini pernah kita buka, termasuk menyediakan obat, tetapi karena tidak ada tenaga dokter spesialis, Poli Hemofhilia itu tidak bisa berjalan, dan Tahun ini kita kembali merencanakan layanan Poli Hemofhilia, kalau sudah ada dokter spesialis  mudah – mudahan di Tahun 2017 ini Poli Hemofhilia  bisa dibuka kembali,” ungkap dr. Langkir.

Saat ini lanjut dr. Langkir, semua jenis pelayanan dan obat Hemofhilia sepenuhnya telah di kaper Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dengan telah dikaper BPJS Kesehatan, masyarakat penderita Hemofhilia tidak lagi dibebani biaya perawatan dan biaya pengobatan Hemofhilia yang biayanya tergolong sangat mahal.” Semua sudah dikaper BPJS Kesehatan, tinggal kita pikirkan bagai mana membantu penderita Hemofhilia, supaya mudah mendapatkan pelayanan, karena penderita Hemofhilia itu harus mendapatkan perawatan, pengobatan dan pengawasan secara khusus,” ucapnya.

Paling tidak, kata dr. Langkir, ditahun 2017 ini di RSUD Praya Loteng ada layanan kesehatan awal atau tindakan sementara bagi masyarakat yang menderita Hemofhilia, sebelum dirujuk atau mendapat perawatan di RSUD Provinsi NTB di Mataram.” Ya paling tidak ditahun 2017 ini ada layanan tindakan sementara, sebelum dibawa ke RSUD Provinsi NTB,” ujarnya.

Hemophilia adalah suatu penyakit kelainan darah yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.

Darah pada seorang penderita hemophilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemophilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya. Bagi pasien hemophilia, pengobatan dan perawatan harus dilakukan seumur hidup, sehingga penderitanya terbebani secara fisiologis, psikologis, dan ekonomis seumur hidup.

Adapun beberapa gejala hemofilia yaitu penderita mengalami perdarahan yang sukar berhenti bila terjadi luka atau perdarahan sukar dihentikan terutama pasca operasi, cabut gigi, sunat, atau luka berat akibat kecelakaan.

Untuk menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan suntikan faktor pembekuan darah. Penderita hemophilia A diberikan faktor VIII (8) dan penderita hemophilia B diberikan faktor IX (9). (slnews.com – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan