Penderita Hemofilia Inginkan Ada Pelayanan Hemofilia di Rumah Sakit

Penderita  Hemofilia Inginkan Ada  Pelayanan Hemofilia di Rumah Sakit

( Lalu Hirjan )

Lombok Tengah, SuaraLombokNews.com, – Penyakit Hemofilia dikenal masyarakat awam sebagai penyakit yang menyebabkan darah sulit berhenti. Kejadian ini akibat kurangnya protein yang berfungsi sebagai pembekuan darah.

Hemofilia merupakan penyakit kelainan darah dan terjadi karena faktor keturunan.
Hemofilia harus dicegah jangan sampai mengalami perdarahan.
Ketika pembuluh darah terpotong, darah akan mulai bocor. Saat itu normalnya, tubuh mencoba untuk menghentikannya melalui tindakan pembekuan. Namun pada mereka yang menderita hemofilia, proses pembekuan akan gagal atau terlalu lama. Hal ini akan menyebabkan seseorang kehilangan darah.

Di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebanyak  4 orang menderita Hemofilia, dua diantaranya masih berusia 10 – 15 Tahun.

Sedangkan di NTB sendiri hingga tahun 2017 ini, tercatat ada 15 orang yang mengidap Hemofilia.” Di Lombok Tengah tercatat ada 4 orang penderita Hemofilia, termasuk anak saya sendiri, sedangkan di NTB tercatat sebanyak 15 orang penderita Hemofilia,” terang Lalu Hirjan orang tua dari Lalu Unggul (10) penderita Hemofilia warga Kampung Laku Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah, Sabtu, (15/4/2017).

Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah itu menceritakan, putra bungsunya yang kini duduk dibangku kelas III di salah salah satu SD Negeri di Kota Praya Lombok Tengah,mengidap Hemofilia sejak lahir.

Pada awalnya, dirinya mengalami banyak kesulitan untuk mendapat perawatan anaknya yang mengidap Hemofilia.

Selain harga obatnya yang sangat mahal, penanganan penderita Hemofilia, juga harus gerak cepat dan harus mendapatkan perawatan  di Rumah Sakit yang menyediakan layanan Hemofilia.” Sejak lahir sudah mengidap Hemofilia. Awalnya saya kebingunan bahkan sampai stres untuk mencari obat dan perawatan anak saya. Karena Hemofilia ini harus ditangani serius di rumah sakit yang menyediakan layanan Hemofilia, sebab terlambat sedikit ditangani disaat pendaharaan akan berakibat patal dan mengancam nyawa penderita Hemofilia,” cerita Lalu Hirjan.

Lalu Hirjan mengungkapkan, di NTB, khususnya di Lombok Tengah, masih banyak masyarakat yang tidak membuka diri terkait dengan pengidap Hemofilia. Bahkan sejumlah masyarakat yang anggota keluarganya mengidap Hemofilia, tidak mau terbuka dan terkesan tertutup terhadap penyakit yang diderita anggota keluarganya tersebut.” Banyak masyarakat yang tidak mau terbuka, padahal Hemofilia itu informasinya harus dibuka, karena Hemofilia itu penyakit yang harus ditangani dengan cepat, dan tepat. Salah sedikit dan terlambat bisa berakibat patal kepada penderita Hemofilia,” ungkapnya.

Untuk itu Lalu Hirjan berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah, khususnya dan kepada Kabupaten / Kota se – NTB untuk menyediakan layanan kesehatan bagi penderita penyakit Hemofilia. Sehingga penderita Hemofilia mendapatkan penanganan dan perawatan medis yang memadai dan merasa tertolong.” Di NTB hannya RSU Provinsi saja yang menyediakan layanan kesehatan Hemofilia, sedangkan di kabupaten/Kota belum tersedia. Untuk itu saya mewakili masyarakat yang mengidap Hemofilia berharap di RSUD Praya khususnya dan RSUD kabupaten/kota se NTB membuka dan menyediakan Layanan Hemofilia,” harapnya.

Di Tahun 2017 ini NTB akan dikukuhkan menjadi Cabang Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia  (HMHI).

Melalui HMHI penderita Hemofilia akan mendapat banyak ilmu pengetahuan dan informasi terkait dengan penanganan Hemofilia, termasuk sebagai wadah atau tempat berkonsultasi serta berdiskusi tentang Hemofilia.” Sekarang masih di bersatus komunitas saja, dan besok tepat pada peringatan hari Hemofilia sedunia tanggal 17 April 2017, NTB resmi menjadi Cabang HMHI, dan akan dikukuhan pada tanggal 22 – 23 April  2017 pada acara Monas HMHI di Denpasar Bali,” ujar Lalu Hirjan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan penanganan dan deteksi dini Hemofilia, Lalu Hirjan, telah menyiapkan pusat informasi 24 jam melalui sambungan telephon pribadinya, dengan nomor  handphone/WA  082 340 027 770. (slnews.com – rul).

 

No Responses

Tinggalkan Balasan