Kades Minta Investor Yang Tak Kunjung Membangun Angkat Kaki Dari Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH | Kepala Desa (Kades) Selong Belanak, Kadir Jaelani meminta kepada Investor yang telah menguasai lahan di wilayah Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat , Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera membangun sesuai dengan rencana investasi saat membeli lahan. “ Kami minta.” 60 persen lahan di wilayah Desa Selong Belanak dikuasai Investor. Untuk itu, kami meminta kepada puluhan Investor yang telah menguasai lahan puluhan tahun untuk segera membangun, kalau tidak mau membangun, silahkan angkat kaki dari Desa Selong Belanak,” tegas Kadir Jaelani, Minggu, (30/10/2022).
Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Selong Belanak kata Kadir Jaelani, akan memberikan dukungan penuh kepada Investor yang berinvestasi di wilayah Desa Selong Belanak. “ Kami sangat senang dan bahagia kalau ada investor yang mulai membangun, dan kami tidak akan mempersulit, semua kami pemuda apa saja yang menjadi kebutuhan Investor, asalkan serius membangun,” katanya
Dari puluhan investor yang ada di wilayah Desa Selong Belanak, lanjut Kadir Jaelani, hanya satu investor yang telah membangun dan memberikan manfaat yang sangat besar baik kepada masyarakat, Pemdes maupun kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah yakni PT Mitra Alam. “ Yang paling bagus itu, PT Mitra Alam, dulu, begitu membeli lahan, langsung membangun, nah yang lain, ada yang sudah puluhan tahun menguasai lahan tetapi tidak kunjung membangun, contoh diatas lahan yang dikuasai Along dan PT Erco,” sebutnya
Sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Selong Belanak terhadap para investor, kata Kadir Jaelani, pada tahun 2023 mendatang, Pemdes Selong Belanak akan membuka jalan desa baru dari pasar Selong Belanak menuju kawasan Pariwisata Pantai Mawi/Rowok. “ Dalam waktu dekat kami akan rapat dengan masyarakat dan PT (Investor) yang ada di Kawasan Pantai Mawi terkait dengan pembukaan jalan baru untuk pariwisata dari Pasar Selong Belanak menuju kawasan Pantai Mawi/Rowok. Untuk itu, kami meminta kepada PT selaku pihak berkepentingan yang ada di Pantai Mawi untuk legowo menghibahkan lahannya untuk pembangunan jalan baru untuk pariwisata, karena jalan itu juga untuk kepentingan mereka (Investor),” pungkasnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan