Gempar Tetap Gelar Demo, FKD Lombok Tengah Jangan Hanya Gertak Sambel

LOMBOK TENGAH | Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran Nusa Tenggara Barat (Ketum LSM Gempar NTB), Hamzan Halilintar menegaskan tetap akan melakukan aksi demo ke Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (DPMD) dan Kantor Bupati Lombok Tengah dengan jumlah massa 500 orang, pada Rabu, 8 Desember 2021. ” Apapun yang terjadi, kami tetap Demo, karena yang kami suarakan ini kebenaran sesuai dengan putusan PTUN. Memang benar Kades Tanak Beak mencabut SK Nomor 21 Tahun 2021 tentang pencabutan atas keputusan Kades Tanak Beak Nomor 6 Tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa Tanak Beak. Tetapi persoalannya, Kades Tanak Beak tidak mengangkat dan mengaktifkan kembali tiga Kadus Tanak Beak yang diberhentikan itu,” tegas Hamzan Halilintar, Senin, (6/12/2021).
Terkait dengan pernyataan Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah, Suasto Hadiputro Armin yang meminta kepada Polres Lombok Tengah untuk tidak menerbitkan izin aksi demo atau surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kepada LSM Gempar NTB, Halilintar menegaskan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi demo ke Polres Lombok Tengah dan tidak ada alasan Polres Lombok Tengah untuk tidak menerbitkan STTP. ” Itu namanya Polisi diintimidasi FKD. Apapun yang terjadi kami tetap melaksanakan aksi demo, dan surat pemberitahuan sudah kami sampaikan ke Polres Lombok Tengah. Untuk kami minta FKD jangan hanya gertak sambel, jangan hanya numpang tenar di Gempar NTB, kenapa sekarang FKD pasang badan, kenapa dulu saat sidang di PTUN tidak memberikan pembelaan kepada Kades Tanak Beak. Pernyataan kami juga sama, Kalau FKD menjual, Gempar siap membeli,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Selebung, Kecamatan Batukliang, Agus Kusumahadi mengatakan, upaya Kades yang tergabung dalam FKD Lombok Tengah melawan gerakan LSM Gempar NTB untuk menyelamatkan Lombok Tengah dari gerakan – gerakan yang merusak tatanan yang sudah terbangun baik di Lombok Tengah. ” Kami ingin tatanan di Lombok Tengah tetap terjaga, kalau kedepan ada yang ingin mengacaukan Lombok Tengah, kami akan bergerak. Walaupun mereka tetap aksi, maka kami minta dibubarkan. Dan kami siap menghalau anasir – anasir yang mengganggu Lombok Tengah,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan