Diskop UKM Lombok Tengah Latih UMKM Dibidang Vocasional Home Dector, Pengolahan Pangan dan Pengemasan Produk

LOMBOK TENGAH | Sebanyak 60 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat dua jenis pelatihan yakni pelatihan Vocasional Home Decor dan pelatihan pengolahan pangan dan pengemasan prodak UMKM dari Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Lombok Tengah.
Pelatihan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) di wilayah Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah pada Senin, 28 Juni 2021 dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, Ikhsan dan dihadiri oleh Asdep pengembangan usaha mikro pada deputi usaaha mikro Kementrian Koperasi dan UKM RI.
Kepada suaraloboknews.com, Selasa, (29/6/2021), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, Ikhsan menyampaikan, pelatihan Home Dector sebagai antisipasi menghadapi tantangan yang akan datang dan sebagai bentuk persiapan UMKM menghadapi dan mendukung Superbike (SBK) pada bulan November 2021 dan
event MotoGP Tahun 2022 mendatang di Sirkuit MotoGP Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilatih dapat menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) terdidik dan terlatih. Selain itu juga diharapkan mampu memanfaatkan peluang bisnis pada masa Pendemi Covid-19, dan new normal seperti saat ini. “Pelatihan vocasional Home Decor dan pelatihan pengolahan pangan dan pengemasan prodak UMKM di sektor kuliner, menu lokal, dan menu modifikasi rasa Internasional. Dan saat ini Dinas Koperasi dan UKM terus maju untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di berbagai sektor, sebagai langakah persiapan dan antisipasi terhadapa pemenuhan kebutuhan di KEK The Mandalika termasuk mempersiapkan diri dalan menghadapi perhelatan SBK Tahun 2021 dan event MotoGP Tahun 2021,” katanya
Menurut Ikhsan, kebutuhan tenaga ahli di sektor Home Decto sangat penting, karena kebutuhan untuk menampilkan beberapa kreasi dan kreatifias prodak yang bernilai estetika dan untuk menunjang nilai jual prodak. “Termasuk bagaimana mengembangakan menu – menu lokal yang arif dan ramah lingkungan tetapi memiliki daya jual standar internasional,” ucapnya
Ikhsan berharap melalui pelatihan seperti ini, peserta dapat menangkap peluang yang diberikan pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa, serta aktif dalam melakukan networking.
Ikhsan juga menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk menyiapkan UMKM agar selalu eksis dan mampu beradaptasi pada masa Pandemi dan new normal, serta mewujudkan UMKM naik kelas. “Kita berharap semuan sektor usaha pelaku UMKM harus mempersiapkan diri, mulai dari segi SDM dan kwalitas prodak. Untuk itu peserta diharapakan mampu meningkatkan kaspasitas usahanya melalui beberapa kreasi dan inovasi terhadap prodak Home Decor,” harapnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan