SHOPPING CART

close

Melalui Teknologi Geospasial, Mahasiswa UGM Petakan Potensi dan Ancaman Lingkungan di Lombok Tengah

Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta angkatan 2023 menggelar KKL 3 di Kabupaten Lombok Tengah
Foto bersama tim KKL 3 Mahasiswa/i KPJ UGM Angkatan 2023.

SUARALOMBOKNEWS | Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta angkatan 2023 menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan yang dimulai pada Tanggal, 29 Juni hingga 3 Juli 2026 itu mengusung tema “Analisis Data Lapangan untuk Pemodelan Geospasial dan Geovisualisasi di Kabupaten Lombok Tengah“.

Kegiatan KKL merupakan bagian dari kurikulum wajib mahasiswa tahun ketiga untuk memperkuat kompetensi praktis di bidang sains informasi geografis.

Selama sepekan, mahasiswa Fakultas Geografi UGM turun langsung ke berbagai titik di Lombok Tengah, mulai dari kawasan pesisir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Teluk Gerupuk, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dan kawasan perkotaan Praya, Kecamatan Praya hingga Waduk Batujai Lombok Tengah untuk melakukan survey lapangan, pemetaan, dan analisis spasial berbasis penginderaan jauh.

Mahasiswa UGM gelar KKL di Lombok Tengah
Suasana tim Tema Vegetasi 2 di Kawasan Wisata Alam Gunung Tunak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB

Koordinator Dosen KKL 3, Dr. Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc., mengatakan Lombok Tengah dipilih sebagai lokasi kajian karena memiliki potensi besar di sektor lingkungan, ekonomi, dan pariwisata yang pemanfaatannya masih terkendala minimnya akses teknologi dan data spasial akurat. “Diperlukan pendekatan berbasis data untuk memberikan solusi komprehensif bagi tata kelola wilayah,”katanya

Dr. Iswari menambahkan, hasil kajian mahasiswa diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok Tengah, mengingat wilayah ini juga tengah berkembang sebagai kawasan wisata melalui KEK The Mandalika.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa terbagi ke dalam belasan kelompok riset dengan tema yang beragam.

Di kawasan pesisir dan mangrove, mahasiswa mengkaji keragaman spesies mangrove menggunakan algoritma klasifikasi spektral serta mengestimasi stok karbon ekosistem mangrove di Teluk Gerupuk memakai citra radar.

Di Pesisir Mandalika, tim lain meneliti biodiversitas padang lamun berdasarkan morfologi dan tutupan, sekaligus menganalisis perubahan cadangan karbon lamun secara multitemporal. Isu kebencanaan turut menjadi sorotan, dengan kajian pemetaan kekeringan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh, serta pemetaan kerentanan longsor menggunakan logika fuzzy di Kecamatan Batukliang Utara. Sementara itu, di sektor pertanian, mahasiswa mengestimasi produksi padi di Kecamatan Jonggat dan produksi jagung di Kecamatan Pujut, serta menganalisis kesesuaian lahan sawah tadah hujan dan lokasi potensial tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.

Di kawasan perkotaan, tim mahasiswa mengkaji hubungan kualitas lingkungan permukiman dengan faktor sosial ekonomi di sebagian Kecamatan Praya, sekaligus mengukur variasi kenyamanan termal dan indikasi fenomena urban heat island di kawasan urban organik maupun kawasan wisata terencana. Beberapa kelompok lain menyasar Taman Wisata Alam Gunung Tunak untuk memetakan biomassa vegetasi dan estimasi stok karbon, kesesuaian habitat burung gosong menggunakan algoritma Maxent, hingga mengevaluasi laju sedimentasi dan sisa umur layanan Waduk Batujai sebagai sumber air permukaan.

Rangkaian kegiatan KKL 3 ini meliputi tahapan studi pendahuluan, perumusan masalah, akuisisi data lapangan, hingga pengolahan dan analisis data spasial, yang nantinya disusun menjadi laporan ilmiah komprehensif sebagai bagian dari penilaian akademik program studi. Selain sebagai sarana implementasi keilmuan geospasial, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa mengasah kemampuan kerja tim dan manajemen proyek lapangan yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional dan industri geospasial.

Sementara itu, perwakilan Humas KKL 3, Filda Nabila, menjelaskan bahwa sebelum dipublikasikan, setiap kelompok riset akan melalui proses pengolahan data dan penyusunan visual peta terlebih dahulu, sebelum diunggah bertahap melalui akun Instagram resmi KPJ UGM, @kpjugm2023.”Tiap kelompok akan menyusun dulu visual peta dan ringkasan temuannya dengan bahasa yang sederhana, supaya mudah dipahami masyarakat umum. Baru setelah itu kami unggah bertahap per tema,”ujarnya. [SLNews – Rul]

Tags:

0 thoughts on “Melalui Teknologi Geospasial, Mahasiswa UGM Petakan Potensi dan Ancaman Lingkungan di Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Juli 2026
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

STATISTIK