Lantik Dua Advokat PAI Siap Tarung Di Meja Hijau, Gibest Berpesan Menjadi Advokat Bukan Sekedar Numpang Nama Profesi

SUARALOMBOKNEWS | Badan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Advocaten Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat ( BPW PAI NTB ), menggelar sidang terbuka pengangkatan dan pelantikan advokat angkatan I Tahun 2026.
Sidang terbuka yang berlangsung di Lombok Garden Hotel, Kota Mataram, pada Senin (19/1/2025) malam itu dipimpin langsung oleh Ketua BPW PAI NTB, Muhanan SH MH,.
Kegiatan yang menjadi momentum penting bagi lahirnya para advokat baru di bawah naungan BPW PAI NTB itu juga dihadiri oleh pembina, jajaran pengurus dan anggota BPW PAI NTB, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur.
Ada dua orang Advokat muda yang menjalani prosesi pengangkatan dan pelantikan pada Angkatan I Tahun 2026.
Dengan telah dilantiknya dua orang advokat angkatan I Tahun 2026 tersebut, jumlah Advokat di bawah BPW PAI NTB dan yang siap bertarung di persidangan di Pengadilan atau di Meja Hijau bertambah menjadi 17 Advokat.
Prosesi pengangkatan dan pelantikan dua orang Advokat muda tersebut berlangsung tertib dan penuh makna.
Kedua Advokat muda yang dilantik mengucapkan sumpah profesi sebagai advokat, sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi hukum, keadilan, serta etika profesi dalam menjalankan tugas pendampingan hukum kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua BPW PAI NTB, Muhanan SH MH, mengatakan, profesi advokat merupakan tugas yang sangat mulia, karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat pencari keadilan.“Dua advokat muda ini siap bertarung di meja hijau dan tugas sebagai advokat itu adalah tugas yang sangat mulia. Inilah yang menjadikan kita manusia yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain, karena advokat bisa melakukan pendampingan sejak awal sampai tingkat terakhir. Berbeda dengan aparat penegak hukum lain, seperti kejaksaan, kepolisian, maupun hakim,”ucapnya
Pria asal Desa Sukeraje, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah yang akrab disapa Gibest itu menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat dan advokat tidak hanya bekerja atas dasar profesi, tetapi juga nilai kemanusiaan.“Saya berpesan kepada rekan-rekan yang dilantik, ini adalah awal baru untuk menjadi manusia yang benar-benar berguna bagi masyarakat. Sebagaimana hadits, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Itulah yang kami harapkan,” tegasnya
Gibest juga mengingatkan agar para advokat PAI NTB tidak menjadikan profesi hanya sebagai label semata, tetapi sebagai panggilan untuk membantu siapapun yang membutuhkan perlindungan hukum.“Menjadi advokat itu bukan sekadar menumpang nama profesi. Dalam kewajiban kita, siapa pun yang ingin dibantu akan kita bantu. Sesuai slogan PAI, advokat adalah pejuang yang tidak pernah mengenal lelah dan tidak pernah memilih siapa yang akan dibantu, baik dari kalangan tidak mampu sampai yang berada,” pesannya
Gibest berharap para advokat angkatan pertama ini mampu menjaga marwah organisasi serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan di Provinsi NTB. [SLNews – rul]

Tinggalkan Balasan