SHOPPING CART

close

Pembangunan Kopdes Merah Putih Tertunda, Kades Batu Jangkih Sayangkan Pemberitaan Sepihak, Pemda Lombok Tengah Diduga Caplok Tanah Warga

Pembangunan Kopdes Merah Putih Batu Jangkih Terhalang Persoalan Lahan
Kades Batu Jangkih, Saurim didampingi Ketua BPD Batu Jangkih Ramli Ahmad bertemu dengan Lalu Hasan Hafiz selaku pihak pengklaim tanah eks Perumahan Guru didampingi Ketum ARB NTB, Lalu Eko Mihardi dan Tokoh Masyarakat, Ahmad Halim di kediaman Lalu Hasan Hafiz di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB, Selasa, (13/1/2026).

SUARALOMBOKNEWS | Kepala Desa  Batu Jangkih, Saurim merasa dipojokkan dan tidak terima atas pemberitaan di salah satu media online yang diterbitkan pada Senin, 12 Januari 2026 dengan judul “ Warga Batu Jangkih Pertanyakan, Dugaan Penjualan Tanah Aset Daerah Mencuat”.

Saurim mengaku, dirinya tidak pernah diwawancara dan dihubungi, bahkan tidak pernah bertemu dengan wartawan yang memuat berita yang membuat masyarakat Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), jadi Gaduh.” Saya tidak pernah diwawancara dan dihubungi, bahkan saya juga tidak pernah bertemu dengan wartawan yang menulis berita itu. Kalau teman – teman wartawan di Lombok Tengah, pasti saya tahu dan pasti konfirmasi dulu. Apa yang ditulis dalam berita itu, tidak sesuai dan saya tidak pernah bicara seperti itu,” kesal Saurim dihadapan pemilik tanah yang dituduh telah menjual tanah aset Pemda secara Ilegal dalam berita tersebut dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Jangkih, Ramli Ahmad, Selasa, (13/1/2026).

“ Bertemu saja dengan wartawannya saja saya tidak pernah, kok ada nama saya. Dan bunyinya disitu (berita) saya menduga Pemda dan penjual ada kongkalikong, padahal itu tidak pernah saya sampaikan, justru saya tidak inginkan ada keributan, saya sangat menjaga kondusifitas desa saya, sehingga kedua belah pihak saya redam, saya mediasi di Kantor Desa supaya tidak ribut,” sambung Saurim

Tanah seluas lebih dari 20 are yang dulunya merupakan lokasi perumahan Guru yang diklaim kepemilikannya oleh Lalu Hasan Hafiz akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Batu Jangkih.” Saya hanya menyampaikan, tanah ini sedang sengketa, sudah diajukan ke Pemda untuk rekomendasi tapi ditolak, sehingga pembangunan Kopdes Merah Putih tidak bisa jalan, itu saja yang saya sampaikan. Dan saya tidak pernah menyampaikan seperti isi dalam berita, itu terlalu jauh,” ucap Ketua BPD Batu Jangkih, Ramli Ahmad.

Ditempat yang sama, didampingi Ketum Aliansi Rakyat Bersuara (ARB) NTB, Lalu Eko Mihardi, Lalu Hasan Hafiz yang mengaku tanahnya diklaim sepihak oleh Pemda Lombok Tengah mengaku sangat kecewa terhadap isi dalam berita tersebut. 

Semestinya, kata Lalu Hasan, pihak media harus bersikap Independen dan tidak memuat berita secara sepihak.” Seharusnya pihak media itu Independen, harus mengkonfirmasi kedua belah pihak dulu, ini kan tidak berimbang. Kalau betul – betul media harus independen, ada kalimatnya menjual secara Ilegal, itu betul – betul merasa tersinggung,” keluhnya

Lalu Hasan menceritakan bahwa sebelum dibangun perumahan guru, tanah tersebut merupakan milik Mantan Kades Batu Jangkih, H. Lalu Darmawan yang meminjamkan tanahnya kepada Pemda Lombok Tengah sebagai tempat pembangunan perumahan guru.” Dulu Pemda hanya diberikan pinjam pakai saja untuk perumahan guru. lahan bekas perumahan guru banyak yang sudah diambil pemiliknya. Seharusnya kalau Pemda mengklaim tanah ini, harus dibuktikan doang, jangan diskriminatif Pemda ini, tidak boleh seperti itu. Saya sudah tantang Pemda di Kantor Desa, mana bukti – bukti kepemilikannya, jangankan surat jual beli, surat pelimpahan pinjam pakai saja tidak ada. Bukti saya punya, saksi sangat kuat dan semua tahu tanah itu saya pemiliknya. Bila perlu kita sampai pengadilan saya siap. Dan sudah 25 tahun lebih digunakan sebagai lahan perkebunan,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Ahmad Halim menyampaikan, masyarakat sangat mendukung pembangunan Kopdes Merah Putih yang menjadi Program Presiden RI, H. Prabowo Subianto.” Tapi yang perlu diingat oleh Pemerintah, kalau ada persoalan seperti ini, pemerintah harus ingat, harus sadar, tahu dan paham. Tanah ini sudah ada SPPT. Oleh karena itu, pemerintah harus bersikap arif dan bijaksana, sehingga melahirkan keadilan, dan kami tidak inginkan ada masyarakat yang dikorbankan untuk pembangunan, itu saya tidak setuju. Tolong diselesaikan,” pintanya.

“ Kami siap berdialog dengan Pemda Lombok Tengah untuk menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai merugikan masyarakat,” ujar Ketum ARB NTB, Lalu Eko Mihardi.

Karena tanah seluas 20 are lebih itu dianggap masih bermasalah, Pemdes Batu Jangkih memindah lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih dan saat ini Pemdes Batu Jangkih masih mencari lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih yang sesuai dengan syarat dan standar yang telah ditentukan. [SLNews – rul].

Tags:

0 thoughts on “Pembangunan Kopdes Merah Putih Tertunda, Kades Batu Jangkih Sayangkan Pemberitaan Sepihak, Pemda Lombok Tengah Diduga Caplok Tanah Warga

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Januari 2026
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

STATISTIK