SHOPPING CART

close

Tiga Hari, Siswa MTs dan MA di Lombok Tengah Cuman Dapat 3 Susu, Telur, Roti dan Sebiji Apel, Dugaan Korupsi di SPPG Kelebuh Mencuat

SPPG Kelebuh diduga Korupsi
Yayasan Ponpes Darul Ihsan Lelong, Bukran – Menu MBG untuk tiga hari yang disalurkan pihak SPPG Kelebuh Yayasan Gerakan Arah Bersama NTB, Kecamatan Praya Tengah kepada siswa MTS dan MA Yayasan Darul Ihsan Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, NTB, Senin, (29/12/2025).

SUARALOMBOKNEWS | Menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah Yayasan Gerakan Arah Bersama NTB, ditolak oleh pihak Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Senin, (29/12/2025).

Menu untuk tiga hari berupa 3 kotak susu Milk Life kecil, 3 bungkus Roti, 3 biji telur rebus dan sebiji buah Apel untuk 123 siswa MTs dan 56 siswa MA ditolak oleh pihak Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Lelong, karena dianggap tidak sesuai dengan gizi.” Menu yang diantar jatah tiga hari untuk Siswa Mts 123 dan MA 56 berupa 3 kotak susu kecil, 3 biji telur, 3 bungkus Roti dan sebiji buah Apel. Menu itu kami anggap tidak sesuai dengan Gizi dan tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), sehingga menu yang disalurkan SPPG Kelubuh itu kami tolak,” tegas Guru sekaligus Bendahara Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Lelong, Bukran, Senin, (29/12/2025).

Bukran mengaku, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak SPPG Kelebuh terkait dengan menu MBG yang disalurkan kepada siswa Mts dan MA Yayasan Ponpes Darul Ihsan Lelong, tetapi selalu diindahkan.”Memang kami yang menolak, karena tidak sesuai dengan standar Gizi dan sudah sering kami berikan masukan dan kritikan untuk memperbaiki kualitas menu MBG, tetapi tidak pernah didengar oleh pihak SPPG,” ucapnya

Bukran berharap Ahli Gizi yang ada di masing – masing SPPG turun ke penerima manfaat yang ada di sekolah negeri maupun swasta.”Biar tau kebutuhan Gizi anak dan perkembangan anak setelah mendapatkan Gizi, kami mohon kepada para Ahli Gizi di SPPG turun ke sekolah, paling tidak dua kali seminggu. Dan biar tahu dan bisa melihat langsung seperti apa menu MBG yang disalurkan ke siswa,” pintanya.

Sementara itu, Ketua LSM Kasta NTB, Kecamatan Janapria, Hairul Fikri meminta kepada pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi pihak SPPG yang menyalurkan menu MBG yang tidak sesuai dengan SOP dan tidak sesuai dengan Gizi yang dibutuhkan siswa selalu penerima manfaat.

Pria yang akrab disapa Young itu menyebut ada dugaan tindak pidana korupsi di SPPG Kelebuh.”Niat pak Presiden Prabowo sangat mulia untuk Indonesia Emas 2045, tapi kok ada SPPG yang menyalurkan menu MBG seperti yang tidak sesuai dengan SOP. Apa iya tiga kotak susu, tiga biji telur, tiga bungkus roti dan sebiji Apel untuk jatah tiga hari, nggak masuk akal sekali. Karena anggaran untuk siswa Mts dan MA itu Rp. 10 ribu per porsi per hari. Kami menduga ada korupsi, untuk itu kami minta kepada BGN untuk mengevaluasi dan melakukan audit khusus kepada SPPG Kelebuh,” pintanya.

Di tempat terpisah, pihak SPPG Kelebuh, Lalu Panji membantah menu MBG yang disalurkan ke siswa MTs dan MA Yayasan Ponpes Darul Ihsan Lelong tidak sesuai dengan SOP dan standar gizi.” Menu tiga hari memang segitu dan sering kali di lapangan dikira menu itu untuk tiga minggu, padahal itu untuk tiga hari. Dan kebanyakan dibawah mengira harga Rp. 8 ribu, padahal kami menggunakan harga gelondongan saat belanja kebutuhan dan kami menggunakan produk UMKM, bukan menggunakan produk pabrikan, kecuali susu,” bantahnya

Lalu Panji menyayangkan sikap pihak Yayasan yang menolak menu MBG, terlebih lagi yang menolak bukan siswa selaku penerima manfaat, melainkan pihak Yayasan.”Yang menolak itu pihak Yayasan, bukan siswa, dan pihak Yayasan atau guru hanya memfasilitasi saja. Posisi barang sudah diserahterimakan, bahkan untuk Mts sudah ditandatangan sedangkan MA belum. Semestinya barang diterima lalu dibagikan ke peserta didik,”pungkasnya. [SLNews – rul]

 

 

Tags:

0 thoughts on “Tiga Hari, Siswa MTs dan MA di Lombok Tengah Cuman Dapat 3 Susu, Telur, Roti dan Sebiji Apel, Dugaan Korupsi di SPPG Kelebuh Mencuat

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Desember 2025
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

STATISTIK