Bupati Lombok Timur Usir Guide Surfing Asal Lombok Tengah Dan Wisatawan, Lalu Pathul Sebut Keseleo Dan Contohkan Pasar Jelojok

SUARALOMBOKNEWS | Sehari setelah kembali dari tanah suci Mekah, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri langsung memberikan respon terhadap sikap Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin yang mengusir Guide asal Lombok Tengah beserta wisatawan Surfing yang dibawanya saat berselancar di perairan Pantai Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan respon terhadap sikap Bupati Lombok Timur yang juga Politisi Gerindra, usai melaksanakan Senam Jasmani bersama ASN Lingkup Pemkab Lombok Tengah di Halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, pada Jumat, (20/6/2025) pagi.” Persoalan sosial yang terkait dengan kondisi keluarga besar kita yang ada di Lombok Timur, persoalan pantai ya sudah endak usah diperpanjang, kita harus seperti itu, karena mungkin pada saat panas kondisi waktu dan lain sebagainya, mungkin keluar kalimat yang menurut teman-teman dan dinilai menjadi sebuah yang pemicu provokatif di antara kita semua,” ucap H. Lalu Pathul Bahri.
Bupati Lombok Tengah dua periode itu mencontohkan, Pemkab Lombok Tengah berhutang untuk membangun Pasar Jelojok yang ada di Kecamatan Kopang Lombok Tengah.
Namun, kata Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu, Pemkab Lombok Tengah dan Masyarakat Lombok Tengah tidak pernah keberatan, meskipun 70 persen pedagang yang menghuni Pasar Jelojok berasal dari Lombok Timur.” Kalau kita berpikir, kita juga pinjam uang untuk membangun Pasar Jelojok, dulu waktu identifikasi orang-orang yang Berdagang di pasar jelojok itu orang dari Lombok Timur, banyak sekali hampir 70 persen. Tapi memang disana yang berdagang keluarga besar kita dari Lombok Timur, dicatat dia, dan dia (pedagang dari Lombok Timur) berdagang di sana (Pasar Jelojok) sampai dengan hari ini, jumlahnya banyak sekali, apakah iya akan kita usir, kan tidak seperti itu,” kata H. Lalu Pathul.
Tidak hanya di Pasar Jelojok, lanjut Lalu Pathul, masyarakat Lombok Timur juga banyak yang mencari nafkah di sepanjang Pantai yang ada di wilayah Lombok Tengah.” Di sepanjang pantai itu banyak keluarga kita dari Lombok Timur, tapi kan tidak begitu, kan mencari nafkah mereka, maka laut itu diambil oleh negara itu sebabnya leding sektornya bukan kita. Kita memelihara bumi air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya untuk kemaslahatan orang banyak. Nah mungkin ada yang keseleo waktu itu (ucapan Bupati Lombok Timur), nah kalau ini kita perpanjang, maka beda kalimat negara dengan kesatuan. Maka kalau berbicara negara, maka itulah sebabnya disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR),” tegasnya
Untuk itu, Lalu Pathul berpesan dan meminta kepada semua pihak untuk menyudahi dan tidak memperpanjang persoalan pengusiran Guide asal Lombok Tengah beserta wisatawan Surfing yang dibawanya oleh Bupati Lombok Timur di Teluk Ekas yang videonya viral di Media Sosial (Medsos).” Kita diskusikan dengan arif dan bijaksana, tapi kalau persoalan-persoalan itu kita berdebatkan menjadi memanas, maka yang terjadi menang jadi arang yang kalah jadi abu, tidak ada artinya, tidak ada artinya omongan itu, maka harus diselesaikan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Kita harus saling ingatkan yang satu dengan yang lainnya. Kalau ada yang keliru diingatkan, jangan diperpanas dengan ucapan usir orang – orang Lombok Timur yang ada di Jelojok dan di Awang, petani petani tembakau jangan kasih bertani disini, itu tidak baik. Maka tidak usah diperdebatkan dan diperpanjang soal – soal tersebut, mungkin ada yang keseleo,” pintanya. [SLNews – rul].

Tinggalkan Balasan