SHOPPING CART

close

Kecewa, Warga Aik Bukak Akan Lapor ke APH Dengan Membawa KPM BLT BBM Yang Diduga Diintimidasi

Penyaluran BLT BBM
Warga Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB, Hamsul Anwar / Wenk.

LOMBOK TENGAH | Hamsul Anwar, warga Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah akan melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dengan dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial (Bansos) dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) yang diduga dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun (Kadus) dan Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), Desa Aik Bukak terhadap ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM di Desa Aik Bukak.

Pria akrab disapa Wenk itu menyebutkan, KPM BLT BBM tidak berani buka mulut saat Tim dari Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Tengah turun ke lapangan untuk mendalami dugaan pemotongan Bansos BLT BBM, karena diduga ada Intimidasi dari oknum RT dan Kadus. “ Saya akan laporkan ke APH dengan membawa para KPM. Saya juga akan meminta KPM, Kadus dan Operator disumpah. Kedatangan Tim Dinsos sudah bocor, jadi dari tadi malam (Senin malam, 12/9) Kadus dan RT mencari KPM, berpesan supaya tidak mengaku dan bungkam bahwa tidak ada potongan. Setelah kejadian itu KPM di suruh tanda tangan surat pernyataan  oleh Kadus bahwa tidak ada pemotongan. KPM disuruh bungkam, karena ada intimidasi KPM takut tidak dapat bantuan lagi kedepannya. Ada sebagian Kadus yang sudah mengembalikan dan ada juga Kadus mengembalikan setengahnya dan ada juga yang tidak mengembalikan, dari hasil potongannya untuk sumbangan ke masjid, Operator dan RT termasuk Kadus dan lainnya, nilainya potongan bervariasi per KPM, mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” ungkap Wenk, Selasa, (13/9/2022).

Pengurus perkumpulan Forum Analisis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI) itu juga mengungkapkan, pemotongan kepada KPM di Desa Aik Bukak bukan hanya terjadi pada saat penyaluran Bansos BLT BBM, melainkan juga terjadi pada setiap penyaluran dana Bansos lainnya. “Bukan kali ini di BLT BBM  melakukan pemotongan, tapi ini yang kesekian kalinya di jenis bantuan lainnya,” ucap Wenk.

Wenk mengaku kecewa terhadap hasil kunjungan lapangan Dinsos Lombok Tengah yang terkesan hanya kunjungan seremonial kepada para KPM. “ Saya kecewa dengan hasil kunjungan Dinsos. Sebelum ke lapangan Kabid di Dinsos minta data nama KPM yang di intimidasi. Malah KPM yang ada di Dusun Petikus sudah nunggu tetapi dari Dinsos tidak ada yang datang. Entah mereka (Dinsos) nyayar kemana, data nama KPM yang sudah saya kasih malah tidak didatangi, malah nomor WA (whatsApp) saya diblokir, mungkin mereka nyasar kerumah operator itu, saya kecewa dan tidak puas dengan hasil kerja Dinsos dan itu juga akan saya laporkan ke APH,” kesal Wenk.

Terpisah, Kabid Dayasos pada Dinsos Lombok Tengah, Dede Tsabitul Misyaq mengatakan akan memanggil oknum Operator SIKS-NG Desa Aik Bukak, terkait dengan kasus dugaan pemotongan Bansos BLT BBM di Desa Aik Bukak.” Kepada oknum Operator yang disebut juga kami akan panggil untuk meminta klarifikasi,” katanya.

Dari hasil kunjungan lapangan sementara ke Desa Aik Bukak, Tim Dinsos Lombok Tengah belum menemukan bukti pengakuan KPM terkait dengan dugaan pemotongan dana Bansos BLT BBM yang diduga dilakukan oknum Operator dan Kadus setempat. “ Kami mendatangi beberapa KPM termasuk beberapa nama yang diberikan yang sudah di catat, hasil sementara tidak ada yang bilang ada pemotongan dan sejenisnya. Bahkan masyarakat yang tidak dapat bantuan juga katanya tidak pernah mendengar atau tahu kalau ada potongan,” ungkap Dede.

Selain memanggil oknum Operator SIKS-NG Desa Aik Bukak, Dinsos Lombok Tengah juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk diberikan penjelasan bahwa tidak boleh ada potongan dalam setiap penyaluran Bansos. “Nanti kami koordinasikan dengan Pemdes dan jajarannya. Menjelaskan kembali terkait peraturan tidak boleh ada pemotongan dan agar supaya disampaikan juga ke masyarakat secara umum,” ucap Dede

Saat ditanya apakah KPM akan disumpah untuk mengaku terkait dengan dugaan pemotongan BLT BBM, mengingat ada dugaan Intimidasi yang diduga dilakukan oknum Kadus kepada KPM supaya tidak mengaku ada potongan BLT BBM, Dede mengatakan, pihaknya belum berencana melakukan sumpah kepada KPM.” Tidak sejauh itu kami lakukan. Kami lakukan dengan cara yang sangat humanis, bukan introgasi langsung. Suasana sangat santai dan bersahabat,” ujarnya

Saat diminta tanggapannya oleh suarlomboknews.com via WhatsApp (WA), Selasa, (13/9/2022) terkait dengan langkah Dinsos Lombok Tengah akan mendorong kepenegakan hukum jika dugaan pemotongan BLT BBM terbukti dan terkait dengan dugaan intimidasi kepada KPM yang diduga dilakukan oleh RT bersama Kadus yang keliling dari malam meminta KPM tanda tangan untuk menyatakan tidak ada pemotongan BLT BBM, Operator SIKS-NG Desa Aik Bukak, Rusdiono hanya menjawab siap dan menegaskan dirinya selaku Operator tidak pernah meminta minta kepada siapapun. “Siap. Saya sebagai operator selama ini tidak pernah minta-minta kepada siapapun, mohon maaf saya bukan seorang pengemis,” jawabnya

Saat ditanya apakah Operator dan KPM berani bersumpah bahwa tidak benar ada pemotongan BLT BBM, Rusdiono menegaskan, dirinya selaku Operator siap bersumpah. “Secara pribadi siap sebagai operator,” tegasnya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Kecewa, Warga Aik Bukak Akan Lapor ke APH Dengan Membawa KPM BLT BBM Yang Diduga Diintimidasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2022
M S S R K J S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

STATISTIK