Harga BBM Naik, Bansos BLT di Lombok Tengah Diduga Disunat

LOMBOK TENGAH | Pemerintah Pusat mulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM).
Namun, penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dampak dari kenaikan harga BBM tersebut diduga disunat oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) di Pemerintah Desa (Pemdes) Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dugaan pemotongan BLT BBM tersebut diungkapkan oleh pengurus Forum Analisis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI), Erlan, Minggu, (11/9/2022). “ Masing – masing KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menerima Bansos BLT BBM Rp 500 ribu. Namun KPM di Aik Bukak hanya menerima Rp 400 ribu, kami menduga Bansos BLT BBM kepada 925 KPM yang tersebar di 13 Dusun di Desa Aik Bukak di potong oleh oknum Kadus sebesar Rp 50 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per KPM,” ungkap Erlan
Menurut Erlan, dana hasil dari dugaan pemotongan Bansos BLT BBM itu diperuntukan untuk sumbangan Masjid dan dibagi kepada Operator, RT dan kepada warga yang tidak mendapatkan BLT BBM. “ Apapun alasan dan dalilnya, Bansos tidak boleh dipotong, harus tepat jumlah dan tepat sasaran. Dan kami menduga modus dugaan pemotongan BLT BBM di Aik Bukak yakni dengan cara membagi sesuai dengan jumlah kepada KPM, lalu KPM menyetor ke rumah oknum Kadus, jika ada KPM yang tidak menyetor maka akan dicari oleh Kadus dan oknum BKD (Badan Keamanan Desa),” sebutnya
Erlan menegaskan, dugaan pemotongan Bansos BLT BBM di Desa Aik Bukak akan dilaporkan ke Komisi VIII DPR RI untuk disampaikan dengan pembuat kebijakan yakni Kementerian Sosial RI. “ Temuan – temuan kami di lapangan terkait dengan dugaan pemotongan Bansos BLT BBM akan kami laporkan ke Komisi VIII DPR RI dan ke Kemensos RI,” tegasnya
Sementara itu, dihubungi suaralomboknews.com via WhatsApp (WA), Minggu, (11/9/2022), terkait dengan dugaan pemotongan BLT BBM sebesar Rp 100 ribu dan dasar dugaan pemotongan BLT BBM yang hasil pemotongan diberikan kepada warga yang tidak dapat, untuk sumbangan Masjid, untuk jatah RT/Kadus dan untuk operator, Kepala Desa (Kades) Aik Bukak, Hamdan dengan tegas membantah tidak ada pemotongan BLT BBM di Desa Aik Bukak. “ Mohon maaf, pihak desa tidak pernah melakukan pemotongan, pembagian BLT BBM inipun koordinasi dengan kami di desa kurang, saya hanya dikasih tahu lewat WA oleh opdes (operator desa) malam hari, bahwa ada pembagian BLT BBM di desa,” bantahnya.
Hamdan juga menegaskan, KPM menerima dana Bansos BLT BBM sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan sampai dengan saat ini dirinya selaku Kades tidak pernah menerima laporan dari warga terkait dengan pemotongan BLT BBM. “Setahu saya masyarakat menerima uang BLT BBM yang tadi pagi (Minggu, 11/9) di Desa, mereka menerima sesuai dengan jumlah yang sudah di tentukan oleh pemerintah, dan kami sejauh ini belum ada warga yang melapor ke desa kalau ada pemotongan,”ucapnya
Hamdan mengaku, tidak tahu menahu terkait dengan dugaan pemotongan Bansos BLT BBM.
Terkait dengan tidak ada koordinasi pembagian BLT BBM oleh Kadus kepada Kades, Hamdan menjelaskan, hanya mengetahui jadwal pembagian BLT BBM dan tidak tidak mengetahui tindak lanjut dari penyaluran BLT BBM tersebut.” Saya tidak tahu menahu dengan ada pemotongan, Kalau jadwal pembagian barusan saya cek ke stap sudah dikirim jadwal masing-masing desa seminggu yang lalu, tapi kami tidak ada pemberitahuan tindak lanjut dari jadwal, bahwa pembagianya jadi dilaksanakan hari minggu,” jelasnya
“Untuk lebih jelas silahkan turun langsung cek ke kadus-kadus, saya siap kumpulkan kadus se-Desa Aik Bukak biar dengarkan langsung. Setahu saya, Kadus tidak pernah melakukan pemotongan,” sambung Hamdan
Saat diminta tanggapannya terkait dengan akan dilaporkannya dugaan pemotongan Bansos BLT BBM oleh Fakta RI, Hamdan kembali menegaskan, Pemdes Aik Bukak tidak pernah melakukan pemotongan dana BLT BBM. Dan dirinya selaku Kades akan mencari kebenaran informasi terkait dengan dugaan pemotongan Bansos BLT BBM dengan mengumpulkan seluruh Kadus. “Sekali lagi saya jelaskan, bahwa desa tidak pernah melakukan pemotongan ke KPM, malah saya sampaikan kepada semua warga sebelum pembagian bahwa itu adalah hak warga, jadi jika ada oknum yang coba melakukan pemotongan silahkan hubungi saya atau pemerintah desa, itu yang saya sampaikan ke masyarakat sebelum mereka menerima bantuan jenis apapun di desa. Saya akan segera cari tahu kebenarannya besok ke semua bapak – bapak Kadus,” tegasnya
Sedangkan terkait dengan modus pemotongan Bansos BLT BBM yakni KPM yang diduga menyetor BLT BBM ke Kadus dan jika ada KPM yang tidak menyetor, maka akan dicari BKD, Hamdan mengatakan, akan memanggil semua Kadus. “Bila perlu malam ini saya akan panggil semua kadus,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan