Ada Mushola Unik Dari Bambu dan Jerami di Bukit Malang

LOMBOK TIMUR | Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal sebagai pulau yang memiliki pesona wisata pantai yang sangat indah. Tidak hanya pesona wisata pantainya, Lombok juga memiliki tempat wisata bukit yang seringkali menjadi primadona wisata bagi para wisatawan, terutama objek-objek wisata pendakian yang ada di Lombok bagian timur.
Desa Bebidas merupakan salah satu desa di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur yang memiliki beragam potensi wisata unggulan, selain menyuguhkan panorama keindahan terasering, Desa Bebidas juga memiliki lokasi wisata non-pendakian yang tidak kalah digemari oleh para pendaki.Tempat tersebut tidak lain merupakan objek wisata yang dikenal sebagai “Bukit Malang”. Sebagai desa wisata, tentunya sarana dan prasarana di lokasi objek wisata juga harus diperhatikan dan dibenahi setiap waktu. Jika hal tersebut dilakukan, tentu saja pengunjung juga akan semakin meningkat setiap saatnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram (KKN Unram) berinisiatif melakukan pembangunan musholla di lokasi pendakian bukit malang.
Dengan mengingat, bahwa selain menyuguhkan pemandangan alam yang memukau, objek wisata seharusnya juga tidak melupakan nilai-nilai religius yang dapat membuat kita selalu ingat dengan karunia Tuhan Yang Maha Esa, sembari mengagumi keindahan alam ciptaan-Nya. Salah satunya, yaitu dengan menyediakan fasilitas tempat ibadah yang sangat diperlukan untuk menunjang sarana dan prasarana objek wisata. Melalui hal tersebut, mahasiswa KKN Unram di Desa Bebidas berkolaborasi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat untuk turut serta bersama-sama melakukan pembangunan Musholla di kawasan wisata Bukit Malang.
Adapun, kegiatan pembangunan Musholla ini memakan waktu sekitar tiga minggu. Dimana, kegiatan tersebut mulai dilakukan terhitung sejak minggu ketiga hingga minggu kelima, tepatnya dimulai pada hari Sabtu, tanggal 8 Januari 2022 dan berakhir pada hari Jum’at, tanggal 28 Januari 2022, sejak jangka waktu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terlaksana.
Persiapan pembangunan Musholla dilakukan secara mandiri dengan menyiapkan berbagai macam kebutuhan alat dan bahan yang diperlukan. Kelompok KKN Desa Bebidas membuat Mushola dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam, sehingga lebih mudah, murah, dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Bahan dasar utama yang digunakan adalah bambu hijau yang diambil di sekitar kawasan Bukit Malang, yang nantinya akan difungsikan sebagai tiang penyangga (pondasi), dinding (dibuat seperti anyaman), dan penyusun rangka atap. Sementara itu, untuk bahan atapnya menggunakan jerami kering yang sudah disatukan dan dipilin dengan rapi. Lokasi pembangunan Musholla yang dipilih juga tidak sembarang ditentukan, karena dalam pembangunannya juga mempertimbangkan view pemandangan yang ada. Kelompok KKN Desa Bebidas sengaja memilih lokasi pembangunan di dekat pinggiran bukit, karena tempat tersebut langsung menyuguhkan keindahan panorama terasering yang ada di seberang deretan perbukitan. Pertimbangan dalam pemilihan kawasan dan bahan baku dilakukan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan bagi wisatawan maupun masyarakat setempat. Namun, tetap memiliki unsur pembangunan yang ramah lingkungan.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, disamping sekaligus sebagai wujud nyata terlaksananya program utama kelompok KKN Unram di Desa Bebidas, yakni yang berkaitan dengan penataan tempat wisata. Terutama, mencakup pada aspek optimalisasi potensi-potensi wisata yang ada di desa setempat, dengan mengusung tema KKN Tematik “Pariwisata dan Lingkungan” yang sangat relevan dengan aspek potensi yang lebih dominan untuk dikembangkan di Desa Bebidas.
Kedatangan kelompok mahasiswa KKN di Desa Bebidas direspon dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh oleh warga desa, terutama oleh Kepala Desa Bebidas serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.
Kepala Desa Bebidas, Harmaen menyebutkan terkait banyaknya objek wisata di Desa Bebidas yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata unggulan yang menarik bagi para wisatawan. “Terdapat banyak potensi wisata di Desa Bebidas yang sebenarnya dapat membuka peluang bagi mata pencaharian masyarakat desa jika dikelola dengan baik. Potensi tersebut antara lain pembukaan objek wisata flying fox, taman wisata pengelolaan rusa, perkebunan alpukat, pembangunan kawasan kampung coklat yang memuat berbagai program, seperti program wisata pendidikan, sport area, photo area, tracking, serta camping ground. Adapun, potensi lainnya meliputi kawasan terasering dan perbukitan yang terdapat di desa ini,” kata Harmaen.
Selaras dengan pendapat Kepala Desa, Imron, selaku penanggung jawab Pokdarwis di Desa Bebidas mengungkapkan bahwa potensi wisata yang terdapat di desa ini memang banyak, tetapi yang lebih berpotensi untuk dikembangkan saat ini adalah kawasan wisata di Bukit Malang. Kawasan Bukit Malang termasuk dalam wilayah pendakian yang sangat digemari oleh wisatawan lokal, baik pendatang dari sekitar Bebidas maupun pendatang dari wilayah-wilayah luar. Setiap minggunya, Bukit Malang dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan bagi pendapatan desa. Oleh karena itu, penataan kawasan wisata melalui pembangunan fasilitas Mushola di kawasan Bukit Malang ini diperlukan dan sangat penting untuk dilakukan. “Tidak hanya itu, bukit malang juga dapat mendatangkan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, di samping menguntungkan bagi pihak pengelola wisata. Hal tersebut dapat terwujud dimulai dari adanya kontribusi masyarakat desa dalam membantu pembangunan kawasan wisata di Bukit Malang, melalui serangkaian perubahan-perubahan sederhana dengan membuat souvenir atau kerajinan tangan, keychain (gantungan kunci), membuka tempat-tempat usaha seperti kedai kopi atau warung mini, serta membuka tempat penyewaan alat-alat pendakian. Harapan lainnya adalah pembukaan jalur wisata sepeda di wilayah Bukit Malang, perbaikan fasilitas MCK/toilet, penyediaan tempat pengelolaan sampah organic maupun non-organik, serta tersedianya fasilitas papan informasi terkait jalur pendakian, penambahan spot foto unik, plang anjuran atau larangan dalam pembuangan sampah, dan lain sebagainya,” ucap Imron.
Sementara itu, Ketua KKN Tematik Unram Desa Bebidas, Lalu Adam Rizki Aryafi memaparkan, bahwa hal lain yang menjadi topik utama dalam melakukan pengembangan kawasan wisata adalah melalui promosi dengan memperkenalkan objek wisata yang ada di Desa Bebidas. “Desa Bebidas memiliki beragam potensi yang dapat diunggulkan. Oleh sebab itu, salah satu cara yang paling efektif untuk mengenalkan potensi wisata Desa Bebidas kepada masyarakat luas adalah dengan melakukan promosi, baik melalui pembuatan poster yang mencakup objek-objek wisata desa maupun melalui media digital seperti pembuatan video drone di tempat wisata desa, yang kemudian diunggah melalui media social seperti instagram, youtube, dan lain-lain,” paparnya
Selain Musholla, sarana dan prasarana lain seperti pembenahan akses jalan juga adalah hal paling mendasar yang harus dilakukan di desa ini. Kami melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan secara lebih meluas dari desa ini, tetapi satu hal yang disayangkan adalah mengenai persoalan akses jalan yang belum juga mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Kami hanya bisa berharap bahwa hal tersebut dapat diperbaiki lebih dahulu. Jika akses jalan sudah baik, maka sudah pasti wisatawan semakin ramai berdatangan. Selain dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung, hal ini juga akan berdampak pada perkembangan perekonomian masyarakat setempat.
Melalui kegiatan KKN ini, Mahasiswa KKN Unram semakin menyadari bahwa tata kelola pariwisata sangat erat kaitannya dengan adanya interaksi kerjasama yang baik antara pihak pengelola wisata dengan masyarakat setempat. Sebab, hal itulah yang nantinya akan menjadi lonjakan awal bagi keberhasilan pembangunan kawasan pariwisata desa. Kunci utamanya adalah perlunya tingkat kesadaran seluruh warga masyarakat terhadap potensi-potensi yang dimiliki di lingkungannya. Seharusnya, hal tersebut akan semakin mudah diwujudkan, apalagi jika sudah terbentuk pengelolanya.
Dengan terselenggaranya program KKN ini, diharapkan Desa Bebidas mampu mengalami perubahan ke arah yang semakin baik untuk kedepannya. Khususnya, yang terkait dengan terwujudnya rancangan pembangunan kawasan wisata potensial yang belum terlaksana di wilayah Desa Bebidas. “Kami yakin bahwa Desa Bebidas mampu menjadi pilihan destinasi wisata yang cocok bagi setiap kalangan, baik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara. Setiap potensi yang ada di desa-desa seluruh Indonesia, khususnya Desa Bebidas diharapkan dapat terus dieksplorasi dan dikembangkan untuk turut berkontribusi dalam memajukan pembangunan nasional,” ujar Lalu Adam. [slnews].
Penulis : Mellyna Dyah Saputri

Tinggalkan Balasan