Terima Data Persoalan Tanah Sirkuit Mandalika, Lalu Wahid Ditunjuk Jadi Ketua Satgas

LOMBOK TENGAH | Melalui press release tertulis, Senin, (22/11/2021), juru bicara pejuang lahan ITDC M. Samsul Qomar menyampaikan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya membentuk satuan tugas ( Satgas ) Penyelesaian sengketa lahan Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang dikelola dan dikembangkan oleh PT ITDC. “Kepala Kesbangpoldagri NTB, Lalu Abdul Wahid ditunjuk sebagai ketua tim Satgas tersebut dan langsung action. Dan sore tadi kuasa hukum menyerahkan berkas yang berisi data data bukti kepemilikan hak atas lahan di kawasan ITDC yang belum di bebaskan.
Tadi ada 4 berkas yang diserahkan masing masing kuasa hukum pemilik lahan langsung ke ketua tim satgas,” kata M. Samsul Qomar
Penyerahan berkas lahan kata pria yang akrab disapa MSQ itu berlangsung di Aula Bakesbangpoldagri NTB di Kota Mataram. “Bertempat di Aula Kesbangpoldagri NTB para kuasa hukum menyerahkan bukti dan data dalam bentuk copyan berkas yang di dalamnya terdapat 11 kepemilikan di antaranya amaq layar, Mangim, Selim, Sibawaeh, Sumiati, Batin, Samiun dan Amaq bengkok. Kepala Kesbangpoldagri Lalu Abdul Wahid yang menerima semua data meminta waktu seminggu untuk melakukan telaah dan kajian serta verifikasi terkait bukti yang masuk,” ucapnya
“Kami juga memastikan Satgas akan memberikan progres terkait perkembangan atas proses yang dilakukan kepada para kuasa hukum. Untuk minta waktu seminggu lebihlah untuk mendalami dan memverifikasi data ini, nanti kami kabari koordinator tim pejuang ITDC,” sambung Kepala Bakesangppodagri NTB, Lalu Abdul Wahid
Sementara itu, kuasa hukum para pemilik lahan yang belum diselesaikan oleh PT ITDC, Lalu Rusdi SH meminta kepada Satgas untuk serius menyelesaikan persoalan sengketa lahan antara warga dengan ITDC dan mengedepankan keadilan dan nilai kemanusiaan.”Kita tidak bicara uang saja hari ini tapi ada nilai kemanusiaan yang harus kita kedepankan dan pak gubernur sudah mengirim sinyal untuk itu semoga saja tidak ada perubahan di perjalanan satgas ini,” katanya.
Di tempat yang sama salah seorang pemilik lahan Sibawaih mengaku gembira atas itikad baik Pemprov NTB mengambil alih persoalan lahan ini, bertahun tahun dirinya berjuang mendapatkan keadilan namun selalu dihadapkan pada arogansi pengembang. “ Kami ucapkan terimakasih ada ruang untuk penyelesaian semoga ini akhir dari perjuangan kami,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan