SHOPPING CART

close

Dukung Bisnis UMKM Yang Berkelanjutan Pasca Pandemi, Buku Warung Kuatkan Pencatatan Keuangan Digital

Buku Warung
Henhen Mulyadi, pelaku UMKM asal Sukabumi (kiri). Danu Sofwan, Entrepreneur & Penggiat UMKM (kedua kiri). Adi Harlim, Director of Merchant Experience Buka Warung (kanan), dalam Virtual Media Session Buka Warung: Bongkar Kunci UMKM Siapkan Bisnis Pasca Pandemi! (21/10/2021)

JAKARTA | Situasi pandemi COVID-19 di Indonesia berangsur-angsur membaik. Namun, dampak wabah Corona pada berbagai bidang kehidupan masih jauh dari pulih. Terlebih imbasnya pada ekonomi, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Setelah mengalami kerugian bahkan mungkin harus menutup usaha, tantangan bagi pelaku UMKM untuk kembali berbisnis tentunya semakin besar. 

Berbagai kondisi perlu diantisipasi, termasuk menghindari kekeliruan yang berpotensi menghambat usaha yang baru mereka rintis lagi. Pencatatan keuangan yang disiplin dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku UMKM di Indonesia mampu bertahan dan melanjutkan bisnisnya pada periode menuju era pasca pandemi seperti sekarang.  

Hal tersebut terungkap dalam diskusi virtual: “Bongkar Kunci UMKM Siapkan Bisnis Pasca Pandemi!” yang digagas oleh Buku Warung, perusahaan teknologi penyedia infrastruktur digital bagi UMKM, pada Kamis (21 Oktober).

Data Bank Indonesia menyebut 87,5 persen UMKM terdampak pandemi, dan sekitar 93,2 persen mengalami penurunan penjualan dan cash flow operasional. Temuan lain dari Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) bahkan menunjukkan bahwa sekitar 30 juta UKM bangkrut karena pandemi. “UMKM merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi nasional pasca  pandemi. UMKM pula yang nanti akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara seperti yang ditargetkan pemerintah Indonesia. Untuk mewujudkan itu, Buku Warung percaya perlunya peningkatan kapabilitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi,” papar Adi Halim, Director of Merchant Experience Buka Warung melalui siaran pers yang dikirim ke Redaksi suaralomboknews.com via Email, Kamis, (21/10/2021).

“Karenanya, Buku Warung menghadirkan ekosistem finansial digital untuk mendukung pelaku UMKM di Indonesia dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnisnya. Memahami karakter UMKM di Indonesia, Buku Warung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel. Solusi berupa aplikasi Buku Warung ini memiliki fitur utama pencatatan keuangan digital untuk membantu pelaku UMKM memantau dan mengevaluasi bisnisnya,” lanjut Adi Harlim.

Studi internal Buku Warung mendapati bahwa pelaku UMKM bidang ritel (pedagang) rata-rata menghabiskan hingga 8 jam per minggu untuk pengelolaan transaksi penjualan, pengeluaran dan kredit secara manual. Proses tersebut cenderung membosankan sehingga acapkali diabaikan. Selain itu, pencatatan manual juga memiliki risiko kesalahan yang tinggi dan rawan hilang/rusak. Ini Bisa menyebabkan pelaku UMKM melewatkan pembayaran dari pelanggan, bahkan mengakibatkan gagal bayar hingga 12 persen.

Sejalan, Danu Sofwan, pemilik beberapa jaringan usaha (yang memulai bisnisnya dari skala UMKM) serta penggiat UMKM Indonesia, juga menekankan evaluasi berkelanjutan sebagai landasan kunci bagi UMKM dalam berbisnis. “Evaluasi, atau dalam istilah Jepang dikenal sebagai Kaizen, merupakan perbaikan secara berkesinambungan. Dalam lingkup bisnis, untuk bisa melakukan itu perlu adanya data yang diambil dari pencatatan keuangan. Inilah yang kerap diabaikan oleh para pelaku UMKM. Padahal, scale up sebuah bisnis tanpa landasan pencatatan keuangan yang disiplin, justru bisa berpotensi merugi,” ungkap Danu.

“Dengan pencatatan keuangan yang teratur, pelaku UMKM dapat mengetahui secara jelas setiap transaksi yang terjadi, untung yang diperoleh, termasuk mengetahui apabila terjadi kerugian. Catatan Itulah yang menjadi dasar pelaku UMKM untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah strategis untuk mengembangkanbisnisnya,” tambah Danu. 

Salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis adalah sulitnya mendapatkan akses pembiayaan. 

Penyebab utamanya, ketiadaan laporan keuangan yang memperlihatkan keberlangsungan sebuah bisnis. Ini semakin menegaskan peran penting pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM. 

Menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut, Buku Warung menghadirkan solusi pencatatan keuangan usaha yang komplit, meliputi pembukuan transaksi usaha, serta pelaporan finansial berjangka (harian/mingguan/bulanan) – yang kemudian bisa digunakan untuk pengajuan permodalan. Selain itu, aplikasi Buku Warung juga memiliki pencatatan pengelolaan utang dan dana pribadi, serta fitur pengingat jatuh tempo piutang, bahkan bisa menagihkan nya kepada pelanggan secara otomatis. 

Keunggulan layanan Buku Warung telah diakui Henhen Mulyadi, pelaku UMKM asal Sukabumi. Selama satu setengah tahun terakhir, Henhen mengaku pengelolaan bisnisnya sangat terbantu oleh adanya aplikasi Buku Warung. “Sebagai pengusaha, pencatatan segala aspek keuangan mulai dari modal, stok barang hingga utang piutang itu tidak boleh terlewatkan. Sebab, semua itu sangat berpengaruh pada kelancaran dan kelanjutan usaha. Dulu sewaktu masih mencatat secara manual, saya seringkali boncos. Setelah menggunakan pencatatan keuangan digital dari Buku Warung yang praktis, mudah dan gratis, keuangan usaha saya lebih terpantau dan bisnis pun lebih menguntungkan,” ungkap Henhen. 

Henhen awalnya membuka warung kelontong di rumahnya, kini mampu mengembangkan bisnisnya menjadi supplier kopi. 

Selain menghadirkan pencatatan keuangan digital, Buku Warung terus menguatkan inovasi teknologinya dengan menambahkanfitur-fitur baru seperti etalase online, pembayaran digital, hingga akses pembiayaan. Kelengkapan layanan tersebut memposisikan Buku Warung sebagai platform terdepan yang mendukung peningkatan kapabilitas UMKM Indonesia, termasuk menyiapkan para pelaku usaha untuk siap go digital. 

Saat ini tercatat 6,5 juta pelaku UMKM yang tergabung dalam ekosistem Buku Warung yang berdiri sejak 2019. Para pelaku UMKM ini tersebar di lebih dari 500 kota/kabupaten berbagai kota, kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia. [slnews]

Tags:

0 thoughts on “Dukung Bisnis UMKM Yang Berkelanjutan Pasca Pandemi, Buku Warung Kuatkan Pencatatan Keuangan Digital

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Oktober 2021
M S S R K J S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

STATISTIK