Cegah Menularan Penyakit, Kerbau Milik Warga Lingkar KEK Mandalika Disuntik Anti Biotik

LOMBOK TENGAH | Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menerjunkan tim kesehatan hewan (keswan) untuk melakukan penyuntikan anti biotik ke Kerbau milik warga yang ada di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tepatnya di Dusun Ketapang, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin, (13/9/2021).
Penyuntikan anti biotik ke Kerbau milik warga itu untuk mencegah penularan penyakit Ngorok (tagere) atau nama lainnya penyakit Septicaemia Epizootica (SE), yang mengakibatkan sejumlah Kerbau milik warga mati di wilayah Desa Kuta dan Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. ” Samapai dengan saat ini sudah 85 ekor kerbau dan sapi yang di suntik anti biotik dan hari ini (Senin, 13/9) kembalik dilaksanakan penyuntikan anti biotik, sekaligus memberikan sosialisasi dan menjelaskan kepada masyarakat penyakit yang menyerah kerbau,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Lalu Iskandar.
Selain melakukan penyuntikan anti biotik, Tim Keswan juga meminta kepada warga pemilik hewan ternak jenis Kerbau maupun Sapi yang sakit dipisahkan dengan Kerbau atau Sapi yang sehat. ” Langkah itu dilakukan juga untuk mencegah penularan penyakit SE,” ucap Lalu Iskandar
Lalu Iskandar menjelaskan penyakit Ngorok atau penyakit SE merupakan penyakit yang sering menyerang hewan/ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau yang sifatnya akut atau fatal. ” Penyakit ini sering terjadi terutama saat musim hujan. Jadi bukan penyakit yang tiba – tiba menyerang hewan ternak warga. dan Penularannya juga cepat sekali, terutama menjelang musim hujan,” jelasnya
Lalu Iskandar menegaskan, tidak ada kaitan antara Kerbau milik warga yang mati dengan aktivitas proyek di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Untuk itu, Lalu Iskandar meminta kepada warga untuk tidak mengkait – kaitkan Kerbau warga yang mati dengan proyek Sirkuit Mandalika. ” Kepada seluruh masyarakat terutama para peternak di sekitar KEK untuk menyadari bahwa kematian kerbau sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembangunan sirkuit Mandalika, tapi murni disebabkan karena penyakit yang penularannya cepat sekali terutama menjelang musim hujan. Dan dari data yang ada sampai dengan saat ini ada 19 ekor kerbau milik warga yang mati, dan bukan hannya di Desa Kuta saja, tetapi juga di Desa Selong Belanak dan sekitarnya,” ujarnya. [slnews – rul]

Tinggalkan Balasan