SHOPPING CART

close

Tak Ada Kaitan Kerbau Mati Dengan Sirkuit Mandalika

Hewan ternak warga terjangkit penyakit Ngorok
Petugas Kesehatan Hewan dari Upt Kesehatan Hewan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dan dari Dinas Peternakan Provinsi NTB didampingi Bhabinkamtibmas Desa Kuta, Bribka Lalu Muh Seriatun Wijaya saat mengambil sempel darah dan liur Kerbau milik salah seorang warga Dusun Ketapang, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Jumat, (10/9/2021)

LOMBOK TENGAH | Hewan ternak jenis Kerbau milik warga di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terjangkit penyakit Septicemia epizootica (SE) atau Ngorok.
Penyakit Septicemia epizootica (SE) atau Ngorok adalah suatu penyakit infeksi akut atau menahun pada Sapi dan Kerbau. Akibatnya, sejumlah Kerbau milik warga di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mati akibat terjangkit Penyakit Ngorok.
Namun, oleh sejumlah oknum masyarakat, mengkait – kaitkan matinya kerbau milik warga itu dengan keberadaan dan aktivitas proyek Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Menyikapi persolan itu, petugas Kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Provinsi NTB dan Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah turun langsung memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak milik warga, dan mengambil sempel darah dan liur hewan ternak milik warga di Dusun Ketapang, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah untuk memastikan bahwa hewan ternak warga terjangkit pennyakit ngorok dan sejumlah hewan ternak milik warga, mati karena terjangkit Penyakit Ngorok. ” Dari hasil pemeriksaan sempel darah dan liur, kerbau mengalami penyakit Ngorok atau Suspect SE yang dapat menular ke sesama Kerbau maupun Sapi. Untuk itu kerbau yang terjangkit penyakit Ngorok harus dipisahkan dengan Kerbau maupun Sapi sehat,” jelas dokter hewan, Nurul dari Upt Kesehatan Hewan Kecamatan Pujut.
Kasus Hewan ternak milik warga yang mati tidak hannya terjadi di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, melainkan juga terjadi di wilayah Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. ” Kasus seperupa juga terjadi di Desa Selong Belanak, jadi tidak ada kaitannya kerbau warga mati dengan proyek Sirkuit, sebab Kerbau milik warga yang mati itu karena terjangkit penyakit,” sebut Nurul
Untuk mencegh penularan penyakit Ngorok, petugas kesehatan hewan telah memberikan Antibiotik pada Hewan Ternak milik warga yang terjangkit penyakit Ngorok. “Senin akan diberikan lagi antibiotik lanjutan. Dan kami juga telah memberikan cairan disenfektan kepada pemilik hewan ternak yang nantinya disemprotkan ke kandang hewan ternak selama seminggu secara berturut – turut,” ujar Nuru. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Tak Ada Kaitan Kerbau Mati Dengan Sirkuit Mandalika

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

September 2021
M S S R K J S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

STATISTIK