SHOPPING CART

close

Ketua AKAD Lombok Barat Diminta Tak Salahkan Gubernur NTB, TGH Ma’arif Setuju Pasangan Zul – Suhaili

TGH Ma'arif
Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Manhalul Ma’arif Darek, TGH Ma’arif Makmun

LOMBOK TENGAH | Ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Manhalul Ma’arif Darek, TGH Ma’arif Makmun menanggapi pernyataan dan komentar Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahril, SH di Channel Youtube Media Asosiasi Kepala Desa dengan judul Ketum AKAD Lobar Gubernur NTB PHP !!!. ” Menanggapi beberapa polemik yang terjadi di beberapa daerah, desa terkait dengan kinerja pemerintah provinsi kita selama ini, memang kita harus meklumi karena tahun ini tahun politik banyak kepentingan – kepentingan yang sudah baik kadang – kadang diungkit – ungkit, karena ada udang dibalik batu, karena pak Zul ( Gubernur NTB) ini akan maju lagi satu periode, dan  yang menjadi incaran masyarakat sekarang siapa yang akan menjadi wakil Pak Zul untuk periode berikutnya, mungkin yang dari Lombok Barat sedikit tajam mengritisi pak Gubernur yakni dari Asosiasi Kepala Desa,” sebut TGH Ma’arif Makmun saat ditemui suaralomboknews.com, Sabtu, (21/8/2021) dikediamannya  di Komplek Ponpes Manhalul Ma’arif Darek di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.
Semestinya kata TGH Ma’arif, Ketua AKAD Lombok Barat melayangkan protes kepada Bupati Lombok Barat, sehingga apa  yang menjadi keluhan AKAD Lombok Barat terkait dengan janji dan kinerja Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah disampaikan oleh Bupati selaku bahan dari Gubernur. ” Yang tepat kepala desa (AKAD itu memfokuskan protesannya kepada bupatinya nanti bupati yang protes ke Gubernur sesuai prosedur, tetapi ini diera terbuka saat ini bebas – bebas saja, dan bagi saya melihat kinerja pemerintah sekarang ini banyak halangan karena apa karena pandemi Covid-19, akibatnya dana dan program yang dijanjikan tidak jadi karena terhalang dan digunakan untuk penanganan Pandemi Covid-19. Halang – halangan seperti itu juga harus kita kaji, siapapun jadi gubernur kita, kalau penghalangnya terlalu besar dan bukan karena terhalang politik pasti akan kerepotan melaksanakan program yang telah direncanakan, karena sebagaian besar anggaran yang ada difokuskan untuk penanganan wabah ini,” ucapnya
Menurut TGH Ma’arif, keberhasilan pembangunan yang ada di Desa tidak terlepas dari keberhasilan kinerja Bupati yang merupakan bawahan dari Gubernur. ” Desa itu tidak hannya dibangun oleh Kades, tetapi dibangun juga oleh Bupati selaku atasan dari Kades dan Alhamdulillah AKAD Lombok Barat mengakui keberhasilan dari Bupatinya, tetapi diingat juga bupati itu dibina oleh siapa ya Gubernur, jadi keberhasilan bupati itu juga keberhasilan gubernur. Sama dengan kami di Lombok Tengah, kami tiak pernah melihat Gubernur kecuali ada acara – acara tertentu baru bertemu dengan Gubernur dan kami di Lombok Tengah kalau ada persoalan kami menggubungi bupati, dan nanti bupati lah yang menghubungi Gubernur. Karena kami paham yang membina Bupati itu adalah Gubernur dan keberhasilan Bupati itu juga keberhasilan Gubernur,” paparnya
“Kecuali tidak mengakui keberhasilan bupati, berarti gubernur tidak bisa membina anak buahnya. Bagi saya di Pulau Lombok, Lombok Timur Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat dan Kota Mataram mengakui keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh Bupati/Walikota, ya secara otomatis dan secara organisasi pemerintahan itu (Bupati/Walikota) adalah binaan Gubernur,” sambung TGH Ma’arif
Muskipun Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB akan berlansung pada Tahun 2024, namun masa bakti Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Zul – Rohmi akan berakhir pada pada tahun 2023 mendatang.” Sekarang sudah mulai tahun Politik, sudah banyak yang mulai berpikir siapa pengganti Pak Zul dan siapa pasangan Pak Zul maju lagi jadi Calon Gubernur NTB. Semua punnya ego sendiri – sendiri, misalnya Lombok Tengah berkeinginan supaya bagaimana Wakil Pak Zul nanti minmal dari Lombok Tengah dan kemungkinan juga Asosiasi Kepada Desa Lombok Barat menginginkan wakil gubernur dari Lombok Barat dan itu bisa jadi karena ini tahun politik dan sudah mulai menghangat calon – calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Kami meginginkan calon wakil Gubernur NTB dari Lombok Tengah dan yang sudah nampak ada sinyal – sinyalnya ya kami dari warga Nahdliyin pendamping pak Zul (Gubernur NTB) yakni pak Suhaili mantan Bupati Lombok Tengah,” tuturnya
TGH Ma’arif meminta masyarakat untuk berbaik sangka kepada pemerintah, dan tidak asal menyebut pemerintah berbohong. ” Kata bohong untuk pemerintah dari kaca mata agama itu sangat berat dan dosa besar. Saya  yakin pemerintah akan mengisi janji, tetapi diingat juga pengisi janji di pemerintahan itu tida harus spontanitas, kalau ada janji yang belum ditepati jangan lalu memponis Gubernur itu bohong. Contohnya kemarin pak Kapolda mau datang ke pondok, tetapi karena ada sesuatu dan lain hal yang lebih penting muskipun berjanji pak Kapolda tidak datang karena ada kegiatan yang lebih penting di Lombok Timur. Contohnya lagi Pemerintah Arab Saudi berjanji akan menerima jamaah haji tahun ini, tetapi karena situasi Pandemi yang melanda dunia masih belum terasinya, pelaksanaan ibadah haji tahun ini ditunda. Jadi itu bukan bohong namanya, dan marilah kita berbaik sangka kepada pemimpin kita,” sebutnya
“Begitu juga dengan pak gubernur menunda dulu janjinya demi kemaslahatan masyarakat dan fokus menanganani pandemi ini. Untuk itu mari kita berbaik sangka kepada pemimpin kita, bagi teman  teman yang mempunyai hak bicara silankan bicaralah tetapi mariah kita berpikir jernih melihat situasi dan kondisi, dan mudah – mudahan Tahun politik ini tidak menghangat, dan mudah – mudahan pak Zul terpilih kembali menjadi Gubernur NTB,” ujar TGH Ma’arif
Dalam acara di Channel Youtube Media Asosiasi Kepala Desa dengan judul Ketum AKAD Lobar Gubernur NTB PHP !!!, Ketua AKAD Lombok Barat yang juga Kepala Desa (Kades) Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Sahril, SH menyebutkan Gubernur NTB terlalu banyak teori. “Gubernur ini kan banyak teorinya saja ini. Kadang Gubernur ini kan terlalu hanya manis dalam ucapan, pahit dalam tindakan. Terlalu banyak PHP dia, berbicara program zero waste misalnya, hanya narasi saja, mana buktinya zero waste salah satu visi misi yang dia gangung – gaungkan, faktanya seperti apa zero waste itu enggak ada,” sebunya. [slnews – rul]

Tags:

0 thoughts on “Ketua AKAD Lombok Barat Diminta Tak Salahkan Gubernur NTB, TGH Ma’arif Setuju Pasangan Zul – Suhaili

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

KATEGORI

Agustus 2021
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

STATISTIK